GP Ansor Dan Fatayat NU Bantaeng Gelar dialog Hari santri, Hadirkan Bupati Bantaeng

0
134

Bantaeng – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional PC GP Ansor Bantaeng bersama PC Fatayat NU Bantaeng menggelar Dialog Hari Santri di aula pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng, Senin (18/10/2021)

Dialog yang mengusung tema “Peran Santri dan Pemuda dalam menjaga Keberagaman” dibuka secara resmi dibuka oleh Bapak Bupati Bantaeng DR. H. Ilham Syah Azikin, M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Se-Kabupaten Bantaeng, juga hadir PC PMII Bantaeng. Tampak Hadir pula Ketua Tanfidziah PCNU kab. Bantaeng, H. Muh.Ahmad Jailani, S.Ag., MA. yang sekaligus menjadi narasumber Utama.

Ketua Yayasan Husnul Khuluk, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur terhadap keberadaan santri di Indonesia. Sebagai santri kita harus bersyukur, kita bersyukur dengan keberadaan santri yang berfaham islam moderat, wasatiyyah, Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin. kehadirannya merupakan keniscayaan dalam menjaga keberagaman NKRI. ungkapnya

Pondok pesantren DDI Mattoanging ini masih dalam tahap pembenahan, kami masih banyak kekurangan terutama kekurangan gedung/ruang belajar santri dan santriwati. Hari ini, Senin 18 oktober 2021, kami mengundang Bapak Bupati Bantaeng hadir dalam dialog Hari santri skaligus meresmikan Pondok Tahfiz DDI Mattoanging. Tegasnya

Ketua Tanfidziah saat memaparkan materinya, menerangkan bagaimana Hari Santri Lahir dan ditetapkan sebagai Hari Nasional oleh Pemerintah. Satu hal yang dipahaminya bahwa Hari Santri berangkat dari Resolusi Jihad. Dan sampai hari ini Spirit itu dibutuhkan untuk melawan Kebodohan, kemiskinan serta menjadi bagian tak terpisahkan dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Bantaeng.

‘Yang saya yakini, Hari Santri itu berangkat dari sebuah spirit perjuangan tentang Resolusi Jihad. Teman-teman Nahdliyin yang dianggap sedikit kompromistis, tetapi ketika kaum penjajah ingin kembali menanamkan cengkeramannya di Indonesia, maka teman-teman lahir dengan resolusi jihad”, jelasnya.

Peringatan Hari santri ini bagian dari cara agar kita kembali mengenang jasa para pejuang tanah air termasuk para Santri dan Kyai. Santri merupakan generasi yang senantiasa turut membela bangsa dengan cara menuntut ilmu, turut menjaga integritas, menumbuhkan rasa patriotisme dalam bermasyarakat dan nilai-nilai toleransi sehingga mampu menjaga keberagaman serta membanggakan para Kyai, ujarnya.

Sementara Bupati Bantaeng mengatakan bahwa nama Kab. Bantaeng saat ini tidak hanya dikenal di Bantaeng saja, menurutnya Bantaeng sudah dikenal ebih jauh di tingkat regional hingga nasional. Merupakan keberkahan dan menjadi tanggung jawab dirinya bersama Wakil Bupati Bantaeng untuk melanjutkannya.

“Kita bersyukur hari ini Kabupaten Bantaeng baik pemerintah maupun masyarakatnya tiba pada satu titik yang secara infrastrktur sangat membanggakan. Kalau secara nfrakstruktur telah kita rasakan manfaatnya, mudah-mudahan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia”, ujarnya.

Sebagai santri sebenarnya generasi yang senantiasa turut menjaga Bangsa dengan cara belajar, maka dari itu santri harus belajar dengan giat, menumbuhkan rasa patriotisme dan nilai toleransinya dimasyarakat. Dan untuk menjaga keberagaman, maka sebaiknya mulailah dari hal-hal kecil, misalnya memulai dari lingkungan keluarga, karena jika dalam keluarga saja kita tidak bisa saling menjaga, saling menghormati dan saling menghargai, lalu bagaimana kita bisa menjaga keberagaman disekitar kita dengan skala lebih besar. Tutupnya.

Laporan : Ekawati Putri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here