Sekjen PBB Serukan Aksi Cepat: Hentikan Kekerasan dan Lindungi Warga Sipil di Gaza

NEW YORK | SUARAHAM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya korban jiwa akibat konflik yang kembali memanas di Gaza.

Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, pada Rabu (2/4), Guterres menegaskan pentingnya segera diberlakukannya kembali gencatan senjata guna mencegah lebih banyak korban sipil.

“Sekretaris Jenderal mengutuk keras pembunuhan yang dilaporkan telah merenggut lebih dari seribu nyawa, termasuk wanita dan anak-anak, sejak gencatan senjata runtuh,” ujar Dujarric dalam konferensi pers harian.

Guterres juga mengecam serangan yang dilakukan tentara Israel terhadap konvoi medis dan tim darurat di Gaza pada 23 Maret. Insiden tersebut menyebabkan 15 tenaga kesehatan dan pekerja kemanusiaan kehilangan nyawa.

Di tengah eskalasi konflik, warga Palestina berkumpul di sebuah pemakaman di Kota Gaza pada hari pertama Idulfitri, 30 Maret 2025, untuk mengenang keluarga mereka yang tewas akibat serangan terbaru.

Juru bicara PBB menegaskan bahwa Guterres memberikan penghormatan kepada semua pekerja kemanusiaan yang telah gugur dalam konflik ini. Ia juga menyerukan penyelidikan yang penuh, menyeluruh, dan independen terkait serangan terhadap para pekerja kemanusiaan.

Lebih lanjut, Guterres kembali menekankan tiga tuntutan utama: penerapan kembali gencatan senjata, pembebasan semua sandera tanpa syarat, serta akses kemanusiaan yang bebas hambatan di seluruh wilayah Gaza.

Data PBB mencatat bahwa sejak Oktober 2023, sebanyak 408 pekerja bantuan tewas di Gaza, termasuk sekitar 280 staf PBB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *