DAERAH  

Menelisik Permainan Proyek di Maros, Kontraktor Ini Beberkan Skema “Jatah Kotor” dan Proyek Formalitas

MAROS | SUARAHAM – Praktik pengadaan proyek di Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan. Seorang kontraktor lokal akhirnya angkat bicara, membongkar adanya permainan kotor dalam proses lelang proyek yang melibatkan sejumlah oknum berpengaruh.

Dalam pengakuannya kepada suaraham.com, kontraktor yang identitasnya dirahasiakan ini mengungkap bahwa pemenang proyek sering kali sudah ditentukan jauh sebelum proses lelang resmi dibuka.

Hal itu, menurutnya, terjadi akibat praktik kesepakatan di balik layar yang melibatkan “setoran” ke oknum tertentu.

“Kalau mau ikut proyek, harus siap setor. Bukan cuma biaya administrasi, tapi juga ada jatah khusus untuk oknum yang punya pengaruh,” ungkapnya, beberapa hari lalu, Sabtu (26/7/2025).

Besaran setoran tersebut, lanjutnya, bervariasi tergantung nilai proyek. Dalam beberapa kasus, nilai yang diminta bisa mencapai 5 hingga 10 persen dari total anggaran proyek.

“Kalau itu oknum dari aparat penegak hukum (APH), biasanya setoran tidak diserahkan langsung, tapi melalui orang suruhan atau lewat satu pintu. Sudah ada jalurnya,” bebernya.

Tak berhenti di situ, ia menyebut bahwa proses lelang proyek sering kali hanya formalitas semata.

“Pemenangnya sudah diatur dari awal. Pokja juga sudah disetting. Jadi pengumuman di UPL itu tinggal formalitas saja,” jelasnya.

Lebih ironis, sang kontraktor juga mengaku kerap menjadi sasaran permintaan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM dan wartawan. Meski tidak memahami teknis proyek atau Rencana Anggaran Biaya (RAB), mereka tetap memaksa minta uang dengan berbagai alasan.

“Biasanya alasan mereka mau turun ke daerah atau butuh uang transport. Kalau tidak dikasih, mereka bikin masalah yang kadang tidak masuk akal,” keluhnya.

Bersambung………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *