DAERAH  

Kepramukaan Jadi Terapi Moral, Rutan Barru Ubah Paradigma Pembinaan Tahanan

BARRU | SUARAHAM – Suasana berbeda tampak di Aula Saharjo Rutan Kelas IIB Barru pada Rabu (6/8). Deretan warga binaan yang biasanya menjalani rutinitas di balik jeruji, kali ini larut dalam kegiatan pembinaan kepramukaan yang sarat nilai dan semangat perubahan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya mereka yang tengah menjalani program rehabilitasi. Dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Pembinaan Kepribadian, pelatihan kepramukaan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan jiwa kepemimpinan.

Kepramukaan dianggap sejalan dengan semangat rehabilitasi karena mengedepankan pembentukan karakter positif—suatu pendekatan yang semakin relevan dalam sistem pemasyarakatan modern.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun kembali pondasi moral warga binaan. Mereka harus punya bekal karakter yang kuat untuk menghadapi hidup setelah bebas nanti,” ujar salah satu petugas pembina.

Dalam sesi kegiatan, warga binaan diajak kembali mengenal dasar-dasar kepramukaan seperti Dasa Dharma Pramuka, kode etik, dan filosofi lambang gerakan pramuka. Tidak hanya teori, mereka juga mengikuti praktik baris-berbaris, serta permainan edukatif berbasis kerja sama tim, untuk melatih kekompakan dan komunikasi antar sesama.

Antusiasme para peserta terlihat jelas. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar pelepas kejenuhan, tapi juga momentum refleksi diri.

“Saya merasa seperti kembali menjadi manusia. Di sini kami diajarkan disiplin, tapi juga dihargai,” kata salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan.

Kegiatan kepramukaan ini menjadi simbol kecil dari harapan besar: bahwa pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi ruang pembinaan yang manusiawi. Di tengah keterbatasan, warga binaan masih diberi kesempatan untuk bertumbuh dan memperbaiki diri.

Rutan Barru sendiri berkomitmen untuk melanjutkan program serupa secara rutin. Tidak hanya kepramukaan, tetapi juga berbagai kegiatan pembinaan lain yang berfokus pada pembentukan karakter dan kesiapan kembali ke masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa tahanan, tapi juga membawa pulang bekal kehidupan,” tutup pejabat pembina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *