DAERAH  

Hubungan Ayah dan Anak di Makassar Retak, UPT PPA Prov. Kaltim Diminta Beri Penjelasan

MAKASSAR I SUARAHAM – Seorang ayah bernama Safar, warga kota Makassar, mengaku kecewa lantaran komunikasi dengan anaknya yang baru saja kembali terjalin, kini kembali harus terputus secara mendadak.

Safar menuturkan, dirinya sudah lama tidak berkomunikasi dengan sang anak. Namun, ketika hubungan mulai membaik, tiba-tiba komunikasi itu kembali di putuskan oleh ibunya Fana.

Menurut penuturan Safar, pemutusan komunikasi itu bermula ketika dirinya menegur anaknya yang kedapatan memegang sebungkus rokok Sampoerna. Selain itu, ia juga menyarankan agar sang anak melanjutkan pendidikan di Makassar.

“Tiba-tiba nomor saya di blokir. Padahal saya hanya menegur dan mengingatkan anak saya untuk tidak memegang itu rokok serta mengajaknya agar mau sekolah di Makassar,” ungkap Safar, Rabu, (20/08/2025).

Lebih lanjut, Safar mempertanyakan adanya dugaan keterlibatan Unit Pelaksana Teknis UPT PPA Prov. Kaltim dalam keputusan pemblokiran nomor teleponnya.

Ia mengaku mendapatkan bukti percakapan dari ibu anaknya, Fana, yang menyebutkan bahwa UPT tersebut menyuruh agar nomor Safar diblokir. Chat tersebut di teruskan oleh safar dan tidak mendapatkan respon dari UPT.

“Saya hanya ingin klarifikasi, apakah benar UPT PPA Prov. Kaltim yang menyuruh ibunya fana untuk blokir nomor saya??? Karena berdasarkan chat dari ibu anak saya, disebutkan demikian,” tegasnya.

Safar berharap pihak terkait memberikan penjelasan agar persoalan ini tidak berlarut – larut dan ia tetap bisa menjaga hubungan dengan anaknya.

Ia juga berharap bagaimana fana bisa bersama kembali dengannya, karena menurut safar pemerintah tidak bisa sepenuhnya bisa menjamin dan menjaga fana 24 jam, fana masih membutuhkan sosok seorang ayah.

“ini anak gadis, jangan sampai fana melihat yang tidak – tidak apa yang di lakukan oleh ibunya, saya mengatakan ini karena saya sudah mendengar semua apa yang di lakukan ibunya fana pada waktu saya di dalam penjara” ujarnya dengan tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *