Sinyal Keras Pemerintah, Ribuan Tambang Ilegal Jadi Target Operasi Nasional

JAKARTA I SUARAHAM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan akan menindak tegas ribuan tambang ilegal yang baru saja disorot Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, mengungkapkan bahwa langkah penertiban akan segera dilakukan dengan mengacu pada data yang dipaparkan Presiden serta hasil verifikasi internal kementerian.

“Sudah ada arahan dari Pak Menteri untuk segera merespons. Saat ini kita sedang mencoba menindaklanjutinya. Berdasarkan data Presiden, jumlahnya lebih dari 1.300 tambang ilegal,” ujar Rilke di Kantor Kementerian ESDM.

Menurutnya, proses verifikasi lapangan menjadi langkah penting agar penindakan benar-benar tepat sasaran. Data yang sudah diverifikasi itu nantinya akan dijadikan dasar utama dalam operasi bersama aparat penegak hukum.

“Mungkin minggu depan sudah mulai ada beberapa langkah penanganan. Tapi untuk lokasi mana yang lebih dulu, saya belum bisa sampaikan,” tambah Rilke.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo menyoroti serius persoalan tambang ilegal yang jumlahnya mencapai 1.063 titik di Indonesia. Ia menegaskan, aktivitas ilegal tersebut merugikan negara hingga Rp300 triliun setiap tahunnya.

Prabowo bahkan melontarkan peringatan keras kepada siapa pun yang melindungi praktik tambang ilegal, baik dari kalangan pejabat, aparat, hingga mantan petinggi negara.

“Saya beri peringatan, apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat, jenderal-jenderal dari mana pun—apakah jenderal TNI, jenderal polisi, atau mantan jenderal, tidak ada alasan. Kami akan bertindak atas nama rakyat,” tegas Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *