METRO  

DJ Makassar Suarakan Keresahan Lewat Event “Proclamation Day” di Alexis Café

MAKASSAR I SUARAHAM – Alexis Café Makassar menggelar event bertema “Proclamation Day” sebagai bentuk ekspresi keresahan para DJ yang merasa belum sepenuhnya merdeka dalam berkarya, meski Indonesia telah merayakan HUT Kemerdekaan ke-80.

Arya, pengelola Alexis Café, mengungkapkan bahwa acara tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan cara para DJ menyuarakan aspirasi tanpa harus turun ke jalan.

“Event kemarin itu bentuk suara kami dari THM Club Alexis bersama para DJ. Daripada melakukan demonstrasi yang rawan ricuh, kami memilih menyalurkannya lewat karya,” jelas Arya saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (21/8/2025).

Dalam acara itu, para DJ tampil dengan pakaian lusuh sebagai simbol keresahan mereka. Menurut Arya, hingga kini banyak DJ di Makassar kehilangan panggung akibat moratorium dan penyegelan tempat hiburan terkait izin operasional.

“Musik boleh diputar, tapi DJ tidak boleh perform. Akibatnya, banyak dari kami menganggur dan kehilangan ruang berekspresi,” ujarnya.

Arya juga menegaskan bahwa profesi DJ bukan semata soal hiburan malam, apalagi penampilan seksi. Banyak DJ laki-laki yang turut terdampak langsung kebijakan tersebut.

“Untuk jadi DJ itu tidak murah. Ada ilmu dan keterampilan yang dipelajari. Pemerintah seharusnya bijak, jangan karena ulah oknum atau stigma negatif, profesi DJ ikut dikorbankan,” tambahnya.

Melalui momentum HUT RI ke-80 ini, para DJ berharap ada kejelasan terkait moratorium serta ruang legal bagi mereka untuk berkarya.

“Merdeka itu bebas tapi tetap dalam aturan. Kami berharap pemerintah bisa memberi solusi. Jayalah Indonesiaku, jayalah industri DJ, NKRI harga mati!” tutup Arya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *