DAERAH  

Jurus Jitu Merampok Rakyat dugaan Ala Proyek RSUD Palaloi Maros 2025

MAROS – SUARAHAM – 24/8/2025 – IGD = Instalasi Gawat Duit” Proyek Palaloi Maros 2025: Rakyat Bingung, Kontraktor Senyum, Dinas Bungkam” inilah mungkin kata untuk menyederhanakan proyek ganda yang dikerjakan di RS palaloi Maros tahun 2025 ini.

Kalau rakyat kecil merampok ayam tetangga, hukum menindaknya cepat. Tapi kalau dugaan yang merampok adalah elite dengan cara rapi lewat proyek, semuanya tiba-tiba bungkam.

Kasus RSUD dr. La Palaloi Maros jadi bukti dugaan nyata: inilah jurus jitu dugaan merampok rakyat dengan cara halal secara administrasi, tapi haram secara moral.

Jurus 1: Belah Proyek, Gandakan Anggaran

Caranya sederhana. Ambil satu lokasi, lalu pecah jadi dua proyek.

Renovasi IGD Rp 7,6 miliar. Tambah lagi renovasi kantor manajemen di tempat yang sama Rp 1,8 miliar. Total Rp 9,4 miliar untuk area yang sebenarnya bisa ditangani dalam satu paket.

Inilah jurus “sulap anggaran”: uang rakyat dibelah-belah, nilainya membengkak, rakyat seolah tak pernah tahu. Indikasi ini berdasar atas tahun 2025 ini dan renovasi tahun-tahun sebelumnya. Indikasi proyek yang hampir tiap tahun direnovasi adalah penyalahgunaan anggaran yang kerap lolos dari pantauan. Contohnya RS palaloi Maros.

Ketika publik bertanya, Dinas Kesehatan Maros memilih diam. Bungkam adalah strategi. Karena kalau bicara, bisa jadi tersandung logika sendiri. Membiarkan rakyat bingung adalah cara menjaga agar praktik ini tetap aman.

Jurus 3: Singkirkan Lokal, Menangkan Luar

Dalam proyek Workshop Rp 4,4 miliar, ada kontraktor lokal dengan penawaran lebih murah: Rp 3,7 miliar. Tapi digugurkan. Yang menang justru kontraktor luar dengan penawaran lebih mahal. Ini jurus “pukul lokal, peluk kolega” — padahal aturan jelas, utamakan kontraktor lokal.

Jurus 4: Rawat Kemiskinan, Lestarikan Kebodohan

Kemiskinan dipelihara lewat proyek-proyek semacam ini. Uang habis, hasil minim, pelayanan publik jalan di tempat.

Pembodohan dibiarkan dengan menutup informasi, mengalihkan isu ke hal-hal sepele, membuat rakyat pasrah. Rakyat miskin data dan tak kritis adalah modal politik paling empuk.

Kesimpulan: Merampok Tanpa Masker

Inilah jurus jitu dugaan merampok rakyat: proyek tumpang tindih, tender tak transparan, dinas bungkam, rakyat dibodohi.

Bedanya dengan maling di jalan? Maling di jalan pakai masker, kabur kalau ketahuan. Maling lewat dugaan proyek pakai jas, tanda tangan kontrak, dan dilindungi aturan.

Kalau rakyat diam, jurus ini akan terus dipakai. Kalau rakyat bersuara, dianggap cari bagian dan sensasi. Inilah saatnya publik membongkar dan melaporkan permainan RS palaloi Maros 2025. Karena setiap rupiah yang diduga dikorupsi dari proyek RSUD, sejatinya adalah hak rakyat untuk sehat dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *