RAGAM  

Chaos di Makassar! Kantor DPRD Dibakar, Satu Anggota Satpol PP Dilaporkan Tewas Lompat dari Lantai 4

MAKASSAR I SUARAHAM – Gelombang kemarahan rakyat atas tewasnya Arfan, pengemudi ojek online yang dilindas mobil taktis Barracuda Brimob di Jakarta, memuncak dengan ledakan amarah di Kota Makassar, Jumat malam (29/8/2025).

Sekitar pukul 23.22 WITA, ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat menyerbu kawasan Kantor DPRD Kota Makassar. Aksi yang awalnya hanya berisi orasi dan tuntutan keras agar Kapolri mundur dan menuntut proses hukum transparan bagi anggota Brimob yang terlibat tragedi, berubah menjadi amuk massa ketika tuntutan mereka dianggap diabaikan.

“Kami sudah muak! Turunkan Kapolri! Hukum mereka yang membunuh Arfan!” teriak orator dari atas mobil komando sebelum suasana memanas.

Sekitar pukul 23.30, lemparan batu, botol, hingga bom molotov mulai menghujani gedung dewan. Pintu gerbang utama DPRD Makassar terbakar, api cepat merambat ke sejumlah ruangan di dalam gedung.

Pantauan suaraham.com, beberapa kendaraan dinas di halaman kantor ikut dilalap si jago merah. Asap hitam pekat menjulang tinggi, membuat malam di pusat kota berubah mencekam.

Di tengah kekacauan, seorang anggota Satpol PP yang bertugas di Kantor DPRD dilaporkan tewas setelah melompat dari lantai 4 untuk menyelamatkan diri dari kepungan api, Nam un informasi yang berhasil di himpun korban yang terjatuh di larikan kerumah sakit.

Bukan hanya DPRD Kota Makassar. Massa dilaporkan juga membakar Pos Polisi Petarani Alauddin, Kantor DPRD Provinsi Sulsel, hingga kantor pemerintahan lainnya yang dianggap lamban merespons kemarahan rakyat.

Aksi di Makassar ini disebut sebagai puncak kemarahan publik yang selama beberapa hari terakhir meluas di berbagai kota Indonesia. Tragedi Arfan dinilai sebagai simbol arogansi aparat dan kegagalan negara melindungi warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *