DAERAH  

Perketat Zero Halinar, Karutan Barru Warning Petugas: Jaga WBK, Jangan Noda Nama Institusi

BARRU I SUARAHAM – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru, Amsar, kembali menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

Pada Jumat (29/8/2025), ia memimpin pertemuan rutin dengan seluruh jajaran pengamanan di Aula Saharjo Rutan Barru untuk memperkuat komitmen terhadap program Zero Halinar bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba.

Pertemuan ini dihadiri puluhan petugas pengamanan dari berbagai seksi dan divisi. Sejak awal acara, suasana terlihat serius namun penuh semangat. Amsar membuka arahannya dengan mengingatkan kembali tentang tanggung jawab moral setiap petugas dalam menjaga nama baik institusi.

“Rutan Barru sudah mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan itu bukan prestasi yang mudah diraih. Tugas kita sekarang adalah mempertahankannya dengan kerja nyata, bukan hanya seremonial,” ujar Amsar di hadapan seluruh peserta.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi siapapun yang mencoba merusak integritas institusi. “Jika ada petugas yang terbukti melanggar, terutama terkait penyalahgunaan wewenang atau terlibat hal-hal yang bertentangan dengan Zero Halinar, saya pastikan akan ada tindakan tegas. Tidak ada kompromi dalam hal ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Amsar juga mengingatkan pentingnya profesionalitas dan disiplin dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Menurutnya, keamanan dan ketertiban di dalam Rutan Barru bukan hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada keteladanan dan komitmen setiap petugas.

“Setiap tindakan kita akan menjadi contoh bagi orang lain, termasuk bagi warga binaan. Kalau petugasnya disiplin dan berintegritas, warga binaan juga akan menghormati aturan,” lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi kerja keras jajaran pengamanan yang selama ini dinilai telah menunjukkan kinerja positif. Namun Amsar mengingatkan, jangan sampai prestasi yang sudah ada membuat lengah.

“Keamanan itu dinamis. Tantangan selalu ada, termasuk potensi penyelundupan barang terlarang. Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Pernyataan tegas Amsar mendapat respons positif dari seluruh jajaran pengamanan. Dalam forum tersebut, beberapa perwakilan petugas menyampaikan dukungan penuh atas kebijakan Zero Halinar dan kesiapannya untuk menjalankan tugas sesuai aturan.

“Kami berkomitmen menjaga Rutan Barru tetap kondusif, aman, dan bebas dari praktik-praktik yang bisa merusak citra institusi. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai abdi negara,” ujar salah satu perwakilan petugas yang hadir.

Pertemuan rutin ini juga menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas di antara sesama petugas. Melalui komunikasi yang terbuka dan arahan dari pimpinan, diharapkan seluruh jajaran memiliki visi yang sama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan humanis.

Di akhir pertemuan, Amsar kembali mengingatkan bahwa predikat WBK bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan bersama. Ia berharap seluruh petugas dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas Rutan Barru.

“Kalau kita solid, disiplin, dan memegang teguh aturan, saya yakin Rutan Barru akan tetap menjadi contoh bagi yang lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *