Matinya Demokrasi di Bantaeng, SEMMI Soroti Adu Domba Buruh dengan Warga, Bupati Kemana?

BANTAENG I SUARAHAM – Suasana politik di Kabupaten Bantaeng memanas. Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bantaeng, Tiwa Jalapala, dengan lantang mengecam keras upaya membenturkan buruh dengan masyarakat.

Menurutnya, skenario pecah belah ini bukan sekadar ancaman bagi hubungan sosial di tingkat bawah, tetapi juga menjadi tanda kemunduran bahkan matinya demokrasi di Bantaeng.

“Kami, PC SEMMI Cabang Bantaeng, mengutuk keras segala bentuk upaya adu domba antara buruh dan masyarakat. Ini jelas pengkhianatan terhadap demokrasi dan keharmonisan yang selama ini kita jaga bersama,” tegas Tiwa.

SEMMI menilai, persoalan buruh harus diselesaikan dengan pendekatan dialog dan keadilan, bukan dengan strategi adu domba yang hanya memperkeruh keadaan.

Organisasi mahasiswa itu juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bersatu melawan upaya pecah belah, serta menjaga iklim demokrasi yang sehat di Bantaeng.

Lebih jauh, SEMMI mendesak Bupati Bantaeng untuk segera turun tangan langsung menemui para buruh yang hingga kini masih menggelar aksi demonstrasi di depan kantor bupati.

“Bupati jangan berdiam diri di balik meja kekuasaan. Hadapi buruh, dengarkan tuntutan mereka, dan cari solusi yang adil. Jangan biarkan Bantaeng masuk dalam sejarah kelam matinya demokrasi di daerah ini,” pungkas Tiwa Jalapala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *