DAERAH  

Emak-Emak Warga BTN Nusa Idaman Dibuat Resah, Satu Rumah Jadi Tempat Pesta Miras Hingga Kumpul Kebo

MAROS I SUARAHAM – Warga BTN Nusa Idaman, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, hidup dalam keresahan. Sebuah rumah yang ditinggalkan pemiliknya setelah meninggal dunia kini berubah menjadi tempat kumpul sekelompok remaja yang kerap melakukan pesta miras, membawa perempuan, hingga dugaan aktivitas terlarang lainnya.

Situasi ini sudah berlangsung lama, terutama pada malam Sabtu dan Minggu. Para remaja dan anak pemilik rumah disebut datang bergerombol, membawa minuman keras, berisik hingga dini hari, bahkan ada yang bermalam di rumah tersebut bersama pasangan lawan jenis.

“Kalau ditegur mereka hanya ketawa-ketawa, sama sekali tidak ada rasa takut. RT dan RW di sini pun terkesan cuek, padahal jelas mengganggu ketentraman warga,” ujar Erni, salah seorang warga BTN Nusa Idaman kepada suaraham.com, Sabtu (14/9/2025). Ia menyebut dirinya mewakili para ibu-ibu yang sudah jenuh dengan situasi tersebut.

Tak hanya mengganggu ketertiban, aktivitas kumpul kebo dan mabuk-mabukan itu juga menimbulkan keresahan mendalam. Warga khawatir rumah tersebut bisa menjadi sarang peredaran narkoba atau obat-obatan terlarang.

“Kami takutnya bukan cuma mabuk. Jangan sampai ada narkoba atau obat-obatan beredar di situ, karena yang sering datang juga perempuan muda yang dibawa untuk bermalam,” kata Erni dengan nada khawatir.

Dampaknya bahkan sudah terasa nyata. Salah seorang warga yang rumahnya berada persis di samping lokasi, memilih meninggalkan BTN Nusa Idaman dan pindah ke Morowali karena tak tahan lagi dengan keributan dan gangguan keamanan.

Warga menilai perangkat setempat, mulai dari RT hingga RW, tidak serius menindaklanjuti masalah ini. Alih-alih bersikap tegas, mereka justru terkesan membiarkan.

“Biasanya kalau ada warga ribut main domino langsung ditegur, tapi kalau remaja ini bikin gaduh sampai subuh tetap dibiarkan. Cuek saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” keluh Erni.

Padahal, keberadaan rumah kosong tersebut semestinya menjadi perhatian serius aparat lingkungan agar tidak dimanfaatkan untuk hal-hal negatif.

Warga menyebut lokasi itu pernah beberapa kali didatangi polisi karena laporan masyarakat. Namun, meski sempat diborongi aparat, aktivitas serupa tetap saja terulang.

“Sudah pernah ada polisi datang, tapi hanya berhenti sebentar. Setelah itu, mereka kembali lagi. Seolah-olah tidak ada efek jera sama sekali,” tambah Erni.

Masyarakat BTN Nusa Idaman kini mendesak aparat kepolisian dan pemerintah setempat agar bertindak lebih tegas. Tidak cukup hanya melakukan razia sesaat, warga ingin ada langkah nyata seperti pengawasan berkelanjutan, penindakan hukum, hingga penutupan akses rumah itu jika perlu.

“Kami hanya ingin lingkungan aman, anak-anak kami tidak terpengaruh, dan warga bisa tidur nyenyak tanpa rasa was-was,” ujar Erni menegaskan.

Keresahan warga BTN Nusa Idaman menjadi potret persoalan sosial yang kerap terjadi di kawasan pemukiman perkotaan. Tanpa pengawasan ketat, rumah kosong bisa menjadi titik rawan penyalahgunaan, mulai dari pesta minuman keras hingga tindak kriminal lain yang berpotensi merusak generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *