DAERAH  

INI PERSOALAN KEMANUSIAAN, BUPATI LIRA Ingatkan DPRD Dapil 2 (Lau–Bontoa): Jangan Abaikan Krisis Air Bersih

Marossuaraham.com – Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Maros mendesak seluruh anggota DPRD Kabupaten Maros dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, yang meliputi Kecamatan Lau dan Bontoa, untuk segera melakukan kolaborasi dalam membantu warga yang terdampak kekeringan.

Menurut Bupati LIRA Maros, kondisi kekeringan yang kini melanda masyarakat di dua kecamatan tersebut membutuhkan perhatian serius, baik dari pihak eksekutif maupun legislatif. Kekeringan yang berlangsung beberapa pekan terakhir membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mencuci, hingga kebutuhan ternak.

“Saya berharap para anggota DPRD Kabupaten Maros yang berasal dari Dapil 2 segera turun tangan membantu meringankan beban warga. Jangan sampai para wakil rakyat terlupa, sebab masyarakat sangat membutuhkan bantuan nyata dalam menghadapi kekeringan ini,” tegasnya.

 

Bupati LIRA Maros menekankan bahwa tanggung jawab menghadapi krisis air tidak hanya berada di eksekutif, tetapi juga memerlukan peran aktif legislatif. Bentuk dukungan dapat berupa distribusi air bersih, pengadaan tandon sementara, atau mendorong kebijakan jangka panjang terkait ketahanan air di wilayah Lau dan Bontoa.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, aparat desa, dan organisasi kemasyarakatan agar solusi yang diberikan efektif dan tepat sasaran. “Warga di kedua kecamatan ini benar-benar membutuhkan perhatian cepat. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan kita harus bekerja sama memastikan mereka tidak kesulitan lagi,” tambahnya.

Selain itu, Bupati LIRA Maros mengingatkan bahwa para anggota DPRD tidak hanya memiliki kewajiban sebagai wakil rakyat di atas kertas, tetapi juga harus hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk menyalurkan bantuan dan memastikan program tanggap darurat berjalan.

Dengan langkah koordinasi yang cepat, diharapkan bantuan air bersih dapat segera tersalurkan, sekaligus menjadi dasar bagi upaya jangka panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan di musim kemarau mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *