HUKRIM  

Diduga di Siksa, Remaja di Maccini Pasar Malam Alami Lebam Usai Diamankan di Polsek Makassar

MAKASSAR I SUARAHAM — Seorang remaja bernama Reza (18), warga Jl. Maccini Pasar Malam, Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar, diduga mengalami kekerasan fisik setelah diamankan oleh oknum polisi. Ayah korban, Dg Lau (51), menyatakan keberatan dan meminta keadilan atas perlakuan yang dialami putranya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.00 Wita. Reza awalnya diminta ayahnya membeli sabun cuci piring dan rokok. Dalam perjalanan bersama temannya, Muhammad Farel, motor yang mereka kendarai tiba-tiba diberhentikan oleh seorang oknum polisi berinisial SM. Oknum tersebut kemudian mengambil kunci motor dan membawa Reza ke Polsek Makassar.

“Anakku langsung dibawa masuk kantor polisi. Di dalam, bajunya disuruh buka. Dia teriak, ‘bukan saya pak pelakunya’, tapi malah dipukul sampai lebam-lebam di bagian belakang,” ujar Dg Lau dengan suara berat menahan emosi.

Setelah diamankan di Polsek Makassar, Reza kembali dibawa ke Polsek Panakkukang sekitar pukul 01.30 Wita. Ia dituduh terlibat aksi pengrusakan saat perang kelompok di wilayah Panakkukang yang terjadi sebulan lalu. Dalam insiden tersebut, sebuah mobil dilaporkan mengalami kerusakan.

Namun Dg Lau membantah keras tudingan tersebut. “Kejadiannya sudah sebulan lalu. Anak saya tidak mungkin pelaku, karena saat itu dia main game di warkop bersama temannya,” tegasnya.

Tidak hanya Reza, rekannya Muhammad Farel juga ikut diamankan dengan tudingan yang sama.

Seorang saksi berinisial RZ mengaku mendengar teriakan Reza dari dalam kantor polisi. “Saya dengar dia teriak-teriak, tapi kami tidak dikasih dekat jadi tidak tahu siapa yang pukul,” ungkapnya.

Dg Lau berharap kasus dugaan salah tangkap dan kekerasan ini diselidiki secara serius.
“Saya hanya minta keadilan. Kalau bukan pelakunya, kenapa harus dipukul? Anak saya masih sekolah. Masa depannya jangan dirusak,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Makassar Kompol Tamrin yang dikonfirmasi suaraham.com melalui WhatsApp belum memberikan tanggapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *