DAERAH  

Gedung Baru Kemenag Ambruk, SEMMI: Ini Bukan Musibah, Kualitas Proyek Patut Dipertanyakan

BANTAENG I SUARAHAM — Ambruknya bangunan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantaeng memicu gelombang kritik keras dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bantaeng.

Organisasi mahasiswa tersebut menilai insiden yang terjadi setelah diterjang angin kencang itu bukan semata-mata musibah, melainkan diduga kuat terkait kualitas proyek yang tidak sesuai standar.

Ketua SEMMI Bantaeng, Tiwa Jalapala, menegaskan pihaknya menolak anggapan bahwa kerusakan tersebut murni disebabkan faktor cuaca.

Menurutnya, bangunan yang baru selesai dikerjakan semestinya memiliki kekuatan struktur yang mampu bertahan dalam kondisi angin kencang.

“Gedung baru kok mudah ambruk? Ini jelas janggal. Musibah bukan alasan. Kami menduga ada masalah serius dalam kualitas material dan pengerjaan,” tegasnya.

Tiwa menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan audit total terhadap proyek tersebut, termasuk memeriksa transparansi anggaran, spesifikasi teknis, hingga proses pengawasan selama pembangunan berlangsung.

Ia menilai audit forensik konstruksi wajib dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau bahkan praktik korupsi.

“Kontraktornya harus diperiksa. Publik punya hak untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bangunan negara tidak boleh dikerjakan asal-asalan,” tambah Tiwa.

SEMMI Bantaeng menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban.

Mereka berkomitmen menjaga agar tidak terjadi kerugian negara serta memastikan fasilitas publik di Bantaeng aman dan layak digunakan.

“Kami tidak akan diam. Hasil audit harus dibuka ke publik. Ini soal keselamatan masyarakat dan integritas pembangunan daerah,” tegasnya.

Insiden ambruknya gedung Kemenag Bantaeng kini menjadi sorotan tajam publik dan menjadi ujian transparansi bagi pemerintah, kontraktor, dan aparat penegak hukum di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *