HUKRIM  

LAKSUS Warning! Pemilihan RT/RW Makassar Dianggap Rawan Korupsi

MAKASSAR I SUARAHAM — Lembaga Anti Korupsi Sulsel (LAKSUS) menegaskan komitmennya untuk mengawal secara ketat penggunaan anggaran Pemilihan RT/RW Kota Makassar tahun 2025.

Dengan total anggaran yang disebut mencapai lebih dari Rp5 miliar, LAKSUS menilai proses ini sangat rawan penyimpangan apabila tidak diawasi secara terbuka.

Direktur LAKSUS, Muh Ansar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk memantau seluruh jalannya pelaksanaan, mulai dari tahap persiapan, pengadaan logistik, hingga distribusi anggaran ke kecamatan dan kelurahan.

“Anggaran sebesar itu tentu berpotensi diselewengkan apabila tidak transparan. LAKSUS akan melakukan pengawasan penuh dan tidak ragu melaporkan ke aparat penegak hukum bila ditemukan kejanggalan ataupun penyimpangan,” tegas Ansar.

Menurutnya, titik rawan penyimpangan dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti markup pengadaan logistik, pembiayaan panitia yang tidak sesuai aturan, hingga dugaan pengalokasian anggaran secara tidak proporsional antarwilayah.

“Semua penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada pengadaan fiktif atau manipulasi laporan yang berujung merugikan masyarakat,” tambahnya.

LAKSUS juga mendorong Pemerintah Kota Makassar—khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) selaku penanggung jawab teknis—agar membuka rincian penggunaan anggaran secara transparan kepada publik.

“Ini pesta demokrasi di tingkat kelurahan, tetapi anggarannya tidak kecil. Karena itu keterbukaan mutlak dibutuhkan,” ujar Ansar menegaskan.

Pemilihan RT/RW Kota Makassar direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2025, melibatkan ratusan RT dan RW di seluruh kecamatan. Pengawasan terhadap anggaran disebut menjadi kunci agar proses kontestasi berlangsung bersih, efektif, dan bebas dari praktik korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *