Jaringan Mafia Solar di Maros, Dugaan Kolaborasi Pemain Lama Anto dan JI Oknum Wartawan Mencuat

MAROS I SUARAHAM — Pengungkapan dugaan penimbunan 7 ton solar subsidi di Kecamatan Bontoa, Maros, kini memasuki babak baru. Sorotan tajam publik mengarah pada Anto.

Sosok Anto yang disebut sebagai pemilik solar, serta dugaan kerja samanya dengan JI, seorang wartawan dan juga LSM di Maros, yang diduga turut mengendalikan aktivitas penampungan BBM ilegal tersebut.

Informasi lapangan yang dihimpun Suaraham.com menyebutkan bahwa keduanya diduga saling berbagi peran, Anto disebut mengatur dan mengendalikan distribusi solar

Sementara JI, yang berprofesi sebagai wartawan, diduga menjadi “penghubung eksternal”, termasuk memanfaatkan posisinya untuk mengamankan situasi atau memantau kondisi lapangan.

Dugaan ini menguat setelah ditemukan bahwa rumah milik Kahar di Kelurahan Bontoa, yang dijadikan lokasi penampungan dan memberikan upah kepada kahar sebesar Rp. 400.000/mobil untuk biaya penampungan solar.

Nilai sewa yang sangat murah itu dinilai menandakan lokasi tersebut memang dipersiapkan sebagai basis operasi jangka panjang.

Dalam operasi penggerebekan yang dilakukan Unit Intel Kodim 1422/Maros, ditemukan, 8 tandon,7 tandon berisi penuh solar subsidi.

Tak hanya itu Mesin pompa, Satu unit mobil yang diduga digunakan untuk pengangkutan, Total BBM yang diamankan mencapai sekitar 7 ton solar subsidi.

Pasi Intel Kodim 1422/Maros, Letda Inf. Bali Caco, menegaskan “Total tujuh ton, tujuh tandon berisi penuh. Semua kami dokumentasikan.”

Kasus tersebut semakin memanas  ketika muncul informasi bahwa tandon ditemukan kosong saat Polres Maros tiba malam hari.

Padahal, TNI memastikan bahwa semua tandon masih penuh saat mereka meninggalkan lokasi siang harinya.

“Dokumentasi lengkap sudah kami amankan. Kalau isinya hilang, itu sudah ranah Polres,” tegas Pasi Intel.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, Siapa yang memiliki akses penuh ke lokasi antara waktu TNI pergi dan polisi datang?

Apakah Anto dan JI mengetahui atau terlibat dalam pengosongan tandon tersebut? Mengapa lokasi sewa murah itu begitu mudah diakses pihak tertentu di jam-jam kritis?

Rentang waktu itulah yang kini menjadi fokus spekulasi publik, mengingat adanya dugaan jaringan yang sudah terstruktur.

Saat dikonfirmasi, Humas Polres Maros menyarankan agar pernyataan langsung ditujukan kepada Kasat Reskrim atau Kanit Tipiter.

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan, mengaku justru baru mengetahui kasus ini dari pemberitaan media.

Meski begitu, ia memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman:

“Kami akan cek dan dalami. Kami baru dapat informasi dari beberapa berita.”

Kanit Tipiter Polres Maros, Ipda Wawan Hartawan, membenarkan bahwa seluruh BBM sudah hilang ketika mereka tiba di lokasi:

“Saat kami ke sana tadi malam, itu sudah tidak ada barangnya. Tandonnya sudah kosong.”

Wawan memastikan pihaknya akan memanggil sejumlah pihak yang dinilai mengetahui aktivitas di tempat itu untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Terpisah, Kasat Intel Polres Maros, Iptu Asrul, saat dikonfirmasi melalui telepon menyatakan:

“Saya sudah serahkan semuanya ke Reskrim.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *