HUKRIM  

PT Giarto Audry Cemerlang Diduga Langgar Zonasi, Tambang Galiang C Makin Menggila, GARIS: APH Jangan Tutup Mata

MAROS I SUARAHAM — Gelombang tekanan publik kembali mengguncang Mapolda Sulsel setelah Gerakan Rakyat Indonesia (GARIS Indonesia) menggelar aksi besar menuntut penghentian dugaan pertambangan ilegal galian C di kawasan Gudang 88, Desa Pabbentengan, Kabupaten Maros.

Dalam aksi ini, kelompok tersebut menyorot tajam dugaan keterlibatan PT Giarto Audry Cemerlang, yang dinilai bebas beroperasi meski diselimuti berbagai pelanggaran.

Aksi dipimpin oleh Jenderal Lapangan GARIS Indonesia, Erwin, yang mengungkap bahwa desakan mereka lahir dari temuan lapangan dan advokasi intens di titik aktivitas diduga tambang.

GARIS Indonesia menyebut aktivitas alat berat dan mobilisasi material di Gudang 88 Pabbentengan bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi mengarah pada operasi galian C tanpa izin resmi.

Lokasi itu pun disebut tidak berada dalam zona pertambangan sebagaimana diatur dalam Perda RTRW Kabupaten Maros.

“Zona yang bukan pertambangan dipaksa jadi tambang. Ruang hidup warga digadaikan! Ini bukan sekadar pelanggaran, ini pembangkangan terang-terangan terhadap aturan!” seru Erwin dalam orasinya.

GARIS Indonesia turut menuding PT Giarto Audry Cemerlang mengoperasikan aktivitas industri gudang yang diduga melanggar ketentuan Kementerian Perindustrian terkait jarak aman industri dari permukiman.

Selain itu, aktivitas perusahaan dinilai mengancam wilayah resapan air yang selama ini menjadi penopang lingkungan setempat.

“Kami lihat sendiri bagaimana aktivitas perusahaan ini diduga menginjak aturan: jarak aman dilanggar, wilayah resapan diabaikan, keselamatan warga dipertaruhkan. Ini bukan sekadar bisnis ini keserakahan!” tegas Erwin.

Aksi ini juga menjadi bentuk peringatan keras untuk aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. GARIS mempertanyakan mengapa aktivitas yang diduga ilegal ini seolah dibiarkan tanpa penindakan.

“Ini peringatan keras! Jika APH terus memilih diam, maka kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar, lebih siap, dan lebih lantang! Jangan uji kesabaran rakyat!” tutup Erwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *