TNI Ungkap Penimbunan 7 Ton Solar di Maros, Polisi Datang Tandong Sudah Kosong, Barang Bukti Kemana?

MAROS I SUARAHAM — Pengungkapan dugaan penimbunan BBM subsidi di Bontoa, Maros, memasuki babak baru.

Pasi Intel Kodim 1422/Maros, Letda Inf. Bali Caco, kepada suaraham.com membeberkan temuan mencengangkan 7 ton solar subsidi, mesin pompa, satu unit mobil, dan empat orang di lokasi.

Penggerebekan dilakukan setelah laporan warga mengarah pada aktivitas mencurigakan di salah satu rumah warga di Lingkungan Panjalingan, Bontoa.

“Begitu informasi warga masuk, kami dalami. Setelah dipastikan ada penimbunan, kami langsung bergerak,” tegas Letda Bali Caco.

Menurut Pasi Intel, terdapat delapan tandon tujuh berisi solar, satu kosong.

“Total tujuh ton. Semua kami dokumentasikan,” tegasnya.

TNI menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah cepat menjaga distribusi BBM subsidi agar tidak dimainkan mafia.

Tudingan barang bukti hilang langsung dibantah Pasi Intel. Ia menegaskan bahwa setelah pengamanan awal, ia langsung menghubungi Kasat Intel Polres Maros untuk proses hukum, karena TNI tidak memiliki kewenangan penyidikan.

“Kami tidak bisa proses hukum. Setelah diamankan, saya langsung telepon Kasat Intel Polres Maros. Setelah itu kami tinggalkan lokasi karena sudah di koordinasika ke polisi,” ungkapnya.

Namun ketika isu hilangnya barang bukti muncul, ia kembali menegaskan:

“Dokumentasi lengkap kami punya. Kalau isinya hilang, itu sudah ranah Polres. Kami sudah koordinasi sejak awal.”

Keterangan Polres Maros justru membuat situasi semakin janggal.

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan, mengaku baru mengetahui kasus ini dari pemberitaan media, bukan dari laporan langsung.

Sementara Kanit Tipiter, Ipda Wawan Hartawan, mengatakan bahwa saat mereka mendatangi TKP malam hari, tandon sudah kosong.

“Tidak ada isinya. Sudah kosong waktu kami tiba,” katanya.

Di sisi lain, Kasat Intel Iptu Asrul menjelaskan melalui telepon bahwa ia telah menyerahkan penanganan sepenuhnya ke Reskrim.

Temuan TNI jelas: 7 ton solar ada di lokasi siang hari. Temuan Polres: tandon kosong saat dicek malam hari.

Waktu yang berbeda, keterangan yang bertolak belakang, dan BBM subsidi bernilai hampir ratusan juta rupiah yang hilang begitu saja menimbulkan pertanyaan serius tentang penanganan kasus ini.

Kodim 1422/Maros menegaskan komitmen mereka:

“Kami menjaga distribusi subsidi agar tepat sasaran. Kalau ada permainan, kami tindak,” tegas Pasi Intel.

Sementara Polres Maros masih melakukan pendalaman dan berjanji akan memanggil pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *