DAERAH  

Luruskan Informasi, SEMMI: Jangan Campur Aduk Proyek Irigasi Bonto Cinde dengan Jalan Tani Lemoa

BANTAENG I SUARAHAM – Menyikapi simpang siur pemberitaan yang beredar dan mencampuradukkan dua program infrastruktur pertanian di Kabupaten Bantaeng.

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bantaeng melalui Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah, Idris Reformasi, mengeluarkan klarifikasi resmi untuk meluruskan kesalahan informasi tersebut.

Menurut SEMMI, telah terjadi kekeliruan fatal dalam penyebutan jenis proyek dan lokasi pekerjaan, sehingga membuka ruang spekulasi dan berpotensi menyesatkan publik. Padahal, dua kegiatan yang disorot memiliki fungsi dan lokasi yang sepenuhnya berbeda.

Poin-Poin Klarifikasi SEMMI Bantaeng

1. Dua Jenis Proyek, Dua Fungsi Berbeda

Proyek Irigasi Pertanian Bonto Cinde
Merupakan program pembangunan/rehabilitasi saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian. Fokus utama: infrastruktur air bagi petani.

Proyek Jalan Tani Lemoa
Adalah pembangunan atau peningkatan akses jalan tani untuk mempermudah mobilitas petani, baik dalam mengangkut hasil panen maupun sarana produksi. Fokus utama: aksesibilitas dan transportasi pertanian.

2. Lokasi Tidak Sama dan Tidak Bisa Dipertukarkan

Proyek irigasi berada di Bonto Cinde, bukan di Lemoa.

Proyek jalan tani berlokasi di Lemoa, bukan di Bonto Cinde.

Menggabungkan dua lokasi tersebut dalam satu narasi pemberitaan, apalagi dengan menukar jenis pekerjaan, disebut SEMMI sebagai miskomunikasi yang tidak bisa dibenarkan.

SEMMI: Kekeliruan Informasi Mengaburkan Akuntabilitas

Idris Reformasi menegaskan bahwa kesalahan informasi semacam ini dapat mengaburkan pengawasan publik.

“Informasi yang tidak akurat memicu spekulasi. Karena itu kami tegaskan, Irigasi Pertanian di Bonto Cinde dan Jalan Tani di Lemoa adalah dua program infrastruktur yang berbeda, dilaksanakan di lokasi yang berbeda, dan menjawab kebutuhan petani yang juga berbeda,” ujarnya.

Karena itu, SEMMI Bantaeng meminta media untuk lebih teliti dalam memverifikasi data lapangan sebelum dipublikasikan agar tidak merusak kredibilitas dan objektivitas informasi.

Kecurigaan Muncul: Mengapa Ada yang ‘Kebakaran Jenggot’?

SEMMI Bantaeng juga mempertanyakan reaksi berlebihan dari pihak tertentu setelah klarifikasi ini disampaikan.

“Kami juga heran, kok lain disorot lain yang kebakaran jenggot. Ini justru menimbulkan spekulasi baru: ada apa sebenarnya dengan proyek tersebut?” tegas Idris.

SEMMI menegaskan akan terus mengawal seluruh program infrastruktur yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat, khususnya petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *