DAERAH  

Dua Hari Banjir, Dua Tahun Janji, HPMB Raya: Bantaeng Butuh Pemimpin, Bukan Seremonial

BANTAENG I SUARAHAM – Banjir yang kembali menenggelamkan Kabupaten Bantaeng selama dua hari berturut-turut menjadi alarm keras atas gagalnya pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana yang sudah berulang setiap tahun.

Hujan deras kembali membuat rumah warga terendam, akses lumpuh, dan aktivitas masyarakat terhenti sementara pemerintah baru terlihat bergerak setelah dampaknya meluas.

Alif, Ketua Cabang Balla’ Tujua Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB Raya), menilai situasi ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah selama ini bekerja tanpa arah dan minim urgensi.

“Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk terus terkejut. Banjir ini sudah menjadi pola tahunan. Jika masih tidak siap, berarti ada kegagalan sistemik dalam melindungi rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah lebih sibuk dengan agenda seremonial dan pencitraan, sementara persoalan fundamental seperti perbaikan drainase, pembenahan alur sungai, pemulihan daerah resapan, hingga penegakan tata ruang nyaris tidak tersentuh.

“Mereka hanya bergerak secara reaktif datang setelah warga jadi korban, membagi bantuan untuk dokumentasi, lalu hilang tanpa rencana jangka panjang. Ini menunjukkan manajemen yang lemah dan tidak visioner,” tambah Alif.

HPMB Raya Cabang Balla’ Tujua mendesak pemerintah daerah membuka secara transparan seluruh program pengendalian banjir yang telah dijalankan, termasuk alokasi anggaran dan progres realisasinya.

Transparansi dianggap penting untuk memastikan bahwa pemerintah tidak sekadar berlindung di balik alasan, janji, atau laporan-laporan yang tidak dapat dibuktikan.

Alif juga menegaskan bahwa masyarakat berhak mempertanyakan kapasitas dan komitmen pemerintah jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, terukur, dan menyentuh akar masalah.

“Bencana memang datang dari alam, tapi kelalaian dan kegagalan mitigasi adalah murni karya manusia,” tutupnya dengan nada keras.

Melalui kritik ini, HPMB Raya Cabang Balla’ Tujua berharap pemerintah daerah berhenti menunda, berhenti mencari alasan, dan mulai bekerja serius demi keselamatan dan masa depan warga Bantaeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *