DAERAH  

Setiap Malam Minggu Nyaris Makan Korban Sirkuit Maut di Barru, Sampai Kapan Polisi Menonton?

BARRU | SUARAHAM — Teror balap liar di jalur poros Makassar–Barru makin brutal dan tak terkendali. Kawasan depan Masjid Mujahidin Bottoe hingga Toko Cahaya Fajar Barru kini berubah menjadi sirkuit liar setiap malam Minggu, memicu keresahan massal warga dan pengguna jalan.

Aksi ilegal ini bukan lagi sekadar kebut-kebutan biasa. Para pelaku memacu motor dengan kecepatan tinggi, menggunakan knalpot bising, menutup hampir seluruh badan jalan, serta mengancam keselamatan pengendara lain yang melintas.

“Ini bukan lagi gangguan, tapi sudah ancaman nyawa. Hampir tiap malam Minggu pasti ada. Suaranya memekakkan telinga, sampai lewat tengah malam. Kami tidak bisa istirahat, anak-anak trauma, dan pengguna jalan ketakutan,” ungkap Jamaliah, warga sekitar, Minggu (7/12/2025).

Lebih parah lagi, beberapa pengguna jalan dilaporkan nyaris menjadi korban tabrakan akibat ulah para pembalap liar. Namun ironisnya, hingga kini belum terlihat tindakan tegas yang benar-benar memberi efek jera.

Warga pun mulai kehilangan kesabaran. Mereka menantang Polres Barru untuk tidak hanya sekadar patroli formalitas, tetapi melakukan penindakan serius, razia besar-besaran, penyitaan kendaraan, hingga proses hukum tanpa kompromi.

“Jangan tunggu korban jiwa dulu baru sibuk bergerak. Kalau sampai ada yang meninggal, siapa yang mau bertanggung jawab?” tegas warga lainnya dengan nada geram.

Masyarakat menilai, jika pembiaran ini terus berlangsung, maka negara dianggap absen dalam melindungi keselamatan warganya di ruang publik. Jalur utama Makassar–Barru adalah urat nadi lalu lintas, bukan arena adu nyali yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi lokasi tragedi.

Warga kini tidak lagi sekadar berharap mereka menuntut tindakan cepat, nyata, dan tegas agar jalur maut ini tidak benar-benar memakan korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *