METRO  

Di Duga Tak Berizin dan Dekat Kawasan Religi, Aktivitas THM Onyx Club Juga Bikin Warga Tak Bisa Tidur

MAKASSAR | SUARAHAM — Keberadaan Onyx Club, tempat hiburan malam (THM) yang berdiri megah di kawasan elit Center Point of Indonesia (CPI), kembali menuai sorotan tajam.

Di balik gemerlap lampu dan dentuman musik, warga Perumahan Golden Avenue yang berada tepat di seberangnya justru hidup dalam tekanan kebisingan dan getaran yang meresahkan.

Seorang warga berinisial GA mengungkapkan bahwa gangguan yang mereka alami bukan sekadar suara bising biasa, melainkan getaran keras yang menghantam struktur rumah hampir setiap malam.

“Getarannya kami ukur sampai 84–85 desibel. Dinding rumah ikut bergetar. Ini terjadi hampir setiap malam. Bukan lagi sekadar mengganggu, tapi sudah mengancam kenyamanan dan keselamatan kami,” ujar GA, Selasa (09/12/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut merusak pola istirahat warga, termasuk anak-anak dan lansia. Tak sedikit warga yang mulai mengalami stres akibat kebisingan berkepanjangan.

Ironisnya, Onyx Club berdiri di kawasan yang sejak awal diproyeksikan sebagai ruang publik keluarga, wisata edukasi, dan berada sangat dekat dengan ikon religius Kota Makassar, Masjid 99 Kubah.

Keberadaan tempat hiburan malam di jantung kawasan yang disebut-sebut sebagai zona religi dan wisata keluarga ini dinilai sebagai tamparan keras terhadap wajah perencanaan tata kota.

Polemik semakin panas setelah mencuat dugaan bahwa Onyx Club belum mengantongi izin operasional resmi. Meski pihak manajemen disebut-sebut mengklaim memiliki legalitas, hingga kini tidak satu pun dokumen perizinan yang ditunjukkan ke publik.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: Apakah Onyx Club beroperasi dengan “perlindungan tertentu”, atau justru pemerintah yang tutup mata?

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Onyx Club belum memberikan klarifikasi, sementara aktivitas hiburan malam tetap berjalan tanpa hambatan. Dentuman musik terus menggelegar, dan getaran masih menjadi “teror malam” bagi warga Golden Avenue.

Merasa dipermainkan, warga kini mendesak Pemerintah Kota Makassar, Satpol PP, Dinas Perizinan, serta aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan peninjauan lapangan dan penindakan tegas.

“Ini bukan cuma soal izin. Ini soal hak kami untuk hidup nyaman dan aman di rumah sendiri. Kalau ini terus dibiarkan, kami siap tempuh langkah hukum dan aksi terbuka,” tegas GA.

Kini publik menanti:
Akankah pemerintah berani menindak Onyx Club, atau justru membiarkan dugaan pelanggaran ini terus berlangsung di depan mata?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *