RAGAM  

Pandawa Pattingalloang Makassar Tancap Gas Konsolidasi, DPAC Tamalanrea Siap Buka Lapangan Kerja 2026

MAKASSAR | SUARAHAM – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pandawa Pattingalloang Kota Makassar mulai tancap gas melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh.

Lewat agenda silaturahmi ke 15 kecamatan se-Kota Makassar, organisasi ini menegaskan keseriusannya membangun kekuatan kader hingga ke akar rumput.

Salah satu titik konsolidasi dilakukan di Kecamatan Tamalanrea pada Minggu (14/12/2025). Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya langsung menyerap aspirasi serta menguji kesiapan struktur di tingkat kecamatan dalam merancang program kerja yang nyata dan berdampak.

Dalam forum tersebut, Ketua DPAC Pandawa Pattingalloang Kecamatan Tamalanrea, Bang Didhin, membeberkan rencana strategis yang dinilai krusial: pembukaan lapangan kerja bagi kader Pandawa mulai awal tahun 2026.

“Kami tidak ingin kader hanya menjadi penonton. Di awal 2026, kami targetkan program pembukaan peluang kerja bagi kader Pandawa, disesuaikan dengan potensi riil Kecamatan Tamalanrea,” tegas Bang Didhin.

Ia mengungkapkan, langkah awal sudah dilakukan dengan menjalin komunikasi intensif kepada seluruh kader untuk memetakan kesiapan, minat, dan keahlian yang dimiliki.

“Saya sudah turun langsung melakukan pendekatan ke seluruh kader. Fokus kami jelas, membuka akses kerja dan usaha bagi kader Pandawa di Tamalanrea,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari Ketua DPC Pandawa Pattingalloang Kota Makassar, Bung Fahmi. Ia menilai inisiatif DPAC Tamalanrea sebagai langkah progresif yang patut didorong.

“Selama peluangnya ada dan ada kemauan untuk bergerak, gas saja. Program seperti ini sangat dibutuhkan kader dan harus dikawal serius,” kata Bung Fahmi dengan nada tegas.

Tak hanya itu, Wakil Ketua DPC Pandawa Makassar, Bang Dedi, juga memberikan catatan penting agar program tidak berhenti pada wacana semata. Ia menekankan pentingnya pendataan kader secara menyeluruh sebagai fondasi utama.

“Pendataan biodata kader itu wajib. Dari situ kita bisa mendeteksi profesi, keahlian, dan potensi usaha. Jangan asal jalan, program harus berbasis data agar tepat sasaran,” ujarnya.

Kunjungan konsolidasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pandawa Pattingalloang Kota Makassar tengah menggeser orientasi organisasi ke arah yang lebih konkret: pemberdayaan kader dan penguatan ekonomi di tingkat kecamatan.

Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, Pandawa Pattingalloang tak hanya akan dikenal sebagai organisasi struktural, tetapi juga sebagai wadah yang mampu menciptakan solusi nyata bagi kader dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *