DAERAH  

Dari Balik Jeruji, Rutan Barru Kirim Dzikir dan Doa untuk Korban Banjir Sumatera–Aceh

BARRU | SUARAHAM — Dari balik jeruji besi, lantunan dzikir dan doa menggema khusyuk di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru, Selasa (30/12/2025).

Menjelang pergantian tahun, warga binaan bersama petugas rutan menutup 2025 dengan refleksi spiritual yang sarat makna kemanusiaan.

Kegiatan dzikir bersama ini bukan sekadar rutinitas keagamaan. Ia menjadi ruang muhasabah, tempat warga binaan menundukkan hati, mengingat kebesaran Allah SWT, sekaligus menata ulang harapan dan kesadaran diri di penghujung tahun.

Suasana haru tak terelakkan ketika lantunan dzikir dan doa dipanjatkan serempak. Kebersamaan antara warga binaan dan petugas menciptakan atmosfer religius yang kuat, mematahkan stigma bahwa jeruji besi membatasi empati dan kepedulian sosial.

Dalam momentum tersebut, doa khusus turut dipanjatkan bagi saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang tengah dilanda bencana banjir.

Dari Rutan Barru, harapan dan permohonan perlindungan dikirimkan: agar para korban diberi ketabahan, kekuatan, serta keselamatan, dan musibah yang melanda segera berlalu.

“Kami ingin menanamkan nilai bahwa kepedulian tidak mengenal batas ruang. Meski berada di dalam rutan, empati tetap harus hidup,” menjadi pesan moral yang mengemuka dari kegiatan tersebut.

Melalui dzikir bersama ini, Rutan Kelas IIB Barru kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan kepribadian dan spiritual warga binaan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan, solidaritas, dan doa tulus dapat lahir dari mana saja—bahkan dari tempat yang kerap dipandang gelap oleh masyarakat.

Dzikir di akhir tahun ini diharapkan menjadi titik balik: menghadirkan ketenangan jiwa, memperkuat iman, serta menumbuhkan rasa persaudaraan, baik di balik tembok rutan maupun di tengah masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *