Baznas Maros Buka Suara, Tegaskan Open Rekrutmen Ramadhan Bersifat Relawan

MarosSUARAHAM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros angkat suara terkait kegiatan open rekrutmen yang belakangan menjadi perhatian publik. Ketua Baznas Maros, Ustaz Dr. Ansar Taufiq, M.Si, menegaskan bahwa rekrutmen tersebut bukanlah penerimaan pegawai, melainkan perekrutan relawan bersifat sementara untuk mendukung kegiatan Ramadhan.

“Perlu kami luruskan, rekrutmen ini bukan pegawai tetap dan mereka juga tidak berkantor. Masa keterlibatan relawan hanya sekitar tiga bulan, mulai menjelang hingga setelah kegiatan penyaluran Ramadhan,” ujar Ansar Taufiq saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, relawan yang direkrut bertugas membantu program Baznas selama bulan suci Ramadhan, khususnya dalam pendistribusian dan penyaluran zakat kepada masyarakat. Perekrutan tersebut, kata dia, merupakan agenda rutin yang dilakukan hampir setiap tahun.

“Biasanya kami merekrut sekitar tiga sampai lima orang relawan. Sejak awal sudah dijelaskan bahwa ini bukan pegawai, melainkan relawan dengan masa tugas terbatas, dan mereka memahami hal tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa yang menyeleksi ini adalah tim independen dari pihak eksternal yang semua keputusannya adalah mutlak dari tim seleksi tersebut.

Terkait kriteria, Ansar menyebutkan bahwa rekrutmen relawan Ramadhan menetapkan batas usia minimal 24 tahun. Kenapa kita ambil usia 24 tahun itu karena kita membuka peluang bagi calon Amil yang lebih muda dan gesit karena tugas mereka adalah melaksanakan program baik pengumpulan maupun pendistribusian di tingkat desa dan kelurahan., Ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya yang timbul dalam kegiatan relawan tersebut bersumber dari anggaran operasional Baznas Maros.

“Pendanaan ini murni dari anggaran operasional Baznas Maros, bukan dari APBN maupun APBD,” tegasnya.

Klarifikasi pada Kamis 8/1 kantor baznas kab. Maros

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi Selatan sebelumnya turut menyoroti proses rekrutmen tersebut dan mengaitkannya dengan dugaan nepotisme. Menanggapi hal itu, perwakilan DPD LIN Sulsel, Amri Perwira, menyampaikan bahwa pernyataan mereka merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial.

“Perkembangan isu ini kami sampaikan dalam kerangka kontrol sosial. Kami tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak-pihak terkait,” ujar Amri dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (8/1/2026).

Dengan adanya klarifikasi ini, Baznas Maros berharap tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait status dan mekanisme open rekrutmen relawan Ramadhan yang dilaksanakan setiap tahunnya. Baznas juga menyatakan terbuka terhadap kritik dan klarifikasi demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *