banner 400x130

Demo Panas di Samarinda! Massa Ancam Terus Bertahan Sebelum Rudi Masud Muncul

banner 400x130

SAMARINDA I SUARAHAM – Gelombang tekanan terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memanas. Pada Kamis siang, 21 Mei 2026 sekitar pukul 13.32 WITA, massa yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Kalimantan Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda.

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Massa tampak memenuhi area depan gerbang kantor gubernur sambil membawa spanduk, poster tuntutan, serta bergantian melakukan orasi keras yang ditujukan langsung kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Masud.

Dalam aksinya, massa mendesak agar gerbang kantor gubernur dibuka dan meminta Rudi Masud keluar menemui mereka secara langsung tanpa perantara pejabat lain. Suasana sempat memanas ketika massa menilai pemerintah daerah terkesan menutup diri terhadap aspirasi masyarakat.

“Kami datang bukan untuk membuat kerusuhan. Kami datang membawa suara rakyat yang ingin didengar langsung. Jangan ada tembok pembatas antara pemerintah dan rakyatnya sendiri,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Aliansi Perjuangan Kalimantan Timur menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang dinilai lamban merespons berbagai persoalan daerah. Massa juga mengklaim membawa sejumlah tuntutan dan kritik yang ingin disampaikan secara terbuka kepada gubernur.

Sepanjang aksi berlangsung, teriakan “Hidup rakyat!” dan “Temui kami sekarang!” terus menggema di depan kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Beberapa peserta aksi bahkan meminta agar pemerintah tidak hanya muncul saat agenda seremonial, tetapi juga berani menghadapi kritik masyarakat secara langsung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait tuntutan massa maupun kemungkinan audiensi langsung dengan Gubernur Rudi Masud.

Situasi di lokasi aksi masih terpantau kondusif, namun tensi politik terlihat semakin meningkat seiring desakan massa yang terus meminta dialog terbuka dengan pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *