OTOMOTIF I SUARAHAM — Gelaran Mandalika Festival of Speed 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya menjadi arena adu cepat para pembalap.
Ajang ini juga berubah menjadi panggung promosi industri kreatif yang kini makin agresif membidik dunia motorsport nasional.
Nama Maxdecal mendadak mendominasi lintasan lewat pemasangan livery hampir di seluruh mobil balap utama.
Perusahaan stiker otomotif itu tampil bukan sekadar sponsor tempelan, melainkan mengambil posisi sentral dalam membangun citra visual kompetisi melalui kolaborasi dengan kreator digital hingga pembalap papan atas.
Melalui kerja sama dengan Erika Richardo dan J Owen di Radical Time Attack 2026, Maxdecal mencoba menegaskan diri sebagai pemain utama industri visual otomotif.
Bahkan, seluruh mobil di Radical Combiphar Time Attack 2026 dan Liqui Moly Subaru BRZ Super Series 2026 disebut menggunakan material mereka sebagai standar tampilan resmi.
Langkah agresif tersebut dinilai sebagai upaya serius memperluas pengaruh industri kreatif ke ranah balap profesional yang selama ini identik dengan dominasi merek-merek luar negeri.
Sorotan publik paling besar tertuju pada mobil Radical SR1 XXR milik Erika Richardo yang tampil mencolok dengan livery “Starla x Roar”.
Desain penuh warna itu bukan hanya memancing perhatian penonton di paddock, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dunia seni digital kini mulai “menyerbu” kultur motorsport.
Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, mengakui pihaknya memang sengaja mendorong kolaborasi lintas sektor demi memperkuat posisi industri kreatif nasional.
“Partisipasi ini mencerminkan peran aktif Maxdecal dalam mendorong kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat sinergi antara industri kreatif dan dunia balap di Indonesia,” ujarnya di paddock sirkuit.
Namun di balik gemerlap desain dan branding visual, muncul pertanyaan mengenai arah komersialisasi dunia balap nasional.
Ajang motorsport kini tak lagi hanya soal performa mesin dan kemampuan pembalap, tetapi juga telah menjadi arena perang identitas visual dan promosi industri kreatif.
Maxdecal bahkan mengklaim hampir 99 persen bodi mobil Erika Richardo dibungkus material khusus seri APV80 dan VPF100 yang dirancang tahan panas, gesekan udara, serta mudah dilepas tanpa merusak cat asli.
“Kami menghadirkan tampilan visual yang mencolok sekaligus merepresentasikan identitas kreatif dan kompetitif dari tim,” kata Nofian.
Fenomena ini menunjukkan bahwa estetika kini menjadi “senjata baru” dalam motorsport modern. Mobil balap tak lagi sekadar kendaraan kompetisi, tetapi berubah menjadi media promosi berjalan yang menghubungkan industri kreatif, pariwisata, hingga bisnis hiburan digital.
Dukungan pemerintah pun ikut mengalir. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, secara terbuka memuji integrasi industri stiker dengan dunia balap saat meninjau langsung ajang di Mandalika.
“Ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperlihatkan integrasi antara ekonomi kreatif, olahraga, dan pariwisata,” ujar Irene.
Masuknya dukungan pemerintah, kreator digital, hingga pembalap seperti Sean Gelael memperlihatkan bahwa motorsport Indonesia kini mulai bergerak ke arah industri hiburan modern berbasis visual dan branding.
Di tengah euforia tersebut, Maxdecal tampaknya sedang membangun posisi lebih besar dari sekadar produsen stiker.
Mereka mencoba menjadi pemain penting dalam ekosistem kreatif motorsport nasional menggabungkan seni digital, bisnis visual, dan balap kecepatan dalam satu lintasan komersial yang sama.











