banner 400x130
DAERAH  

Santri Tangguh di Lapangan, MA As’adiyah Dapoko Buktikan Bisa Bersaing di Golden Cup III

banner 400x130

BANTAENG I SUARAHAM — Semangat juang ditunjukkan para santri MA As’adiyah Dapoko dalam ajang futsal pelajar Golden Cup III yang berlangsung di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Meski harus terhenti di babak 16 besar, penampilan tim futsal asal sekolah berbasis pesantren tersebut tetap mencuri perhatian dan mendapat apresiasi.

Tim futsal MA As’adiyah Dapoko tampil dengan identitas penuh sebagai representasi sekolah dan pesantren. Mereka turun bertanding menggunakan pemain murni dari internal sekolah tanpa tambahan pemain gabungan dari luar.

Di tengah persaingan ketat antar tim, langkah itu dinilai menjadi nilai lebih sekaligus bukti kekompakan para santri.

Keikutsertaan MA As’adiyah Dapoko di turnamen ini menjadi gambaran bahwa santri tidak hanya fokus pada pendidikan agama dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan di bidang olahraga.

Pihak sekolah menyebut perjuangan para pemain menjadi kebanggaan tersendiri karena para santri tetap mampu menyeimbangkan kegiatan pesantren dengan pengembangan bakat olahraga.

“Anak-anak tetap menjalankan aktivitas pesantren dan hafalan, tetapi juga mampu tampil percaya diri di lapangan futsal. Itu yang paling membanggakan,” ungkap pihak sekolah.

Di balik penampilan penuh semangat tersebut, ada sosok Saharuddin atau yang akrab disapa Bang Sahar.

Selain menjadi guru olahraga, ia juga aktif membina dan melatih para santri untuk mengembangkan kemampuan di bidang futsal.

Dengan keterbatasan fasilitas dan persiapan yang sederhana, Bang Sahar dinilai berhasil membangun mental bertanding serta solidaritas tim.

Para pemain mampu memberikan perlawanan menghadapi tim-tim kuat dari berbagai daerah.

Walaupun belum berhasil melaju lebih jauh di Golden Cup III, perjuangan tim futsal MA As’adiyah Dapoko dianggap telah membawa pesan positif tentang sportivitas, keberanian, dan loyalitas terhadap identitas sekolah sendiri.

MA As’adiyah Dapoko juga terus membuka ruang bagi para siswa untuk berkembang, tidak hanya dalam pendidikan agama dan akademik, tetapi juga di bidang nonakademik seperti olahraga.

Sekolah berharap ke depan semakin banyak santri yang berani menunjukkan potensi dan prestasi, baik di lingkungan pesantren maupun dalam kompetisi di luar sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *