banner 600x130
RAGAM  

Konflik Elit Jadi Sorotan, Daeng Rapi Ingatkan Pentingnya Sinergi Eksekutif dan Yudikatif Demi Kepentingan Rakyat Gowa

banner 400x130

GOWA I SUARAHAM – Dinamika politik dan pemerintahan yang belakangan menjadi sorotan publik di Kabupaten Gowa mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Umum Lembaga Pengawasan Aset dan Reformasi Indonesia (LPARI), Daeng Rapi, yang mengingatkan pentingnya menjaga sinergi antara lembaga eksekutif dan yudikatif demi kepentingan rakyat.

Menurut Daeng Rapi, kedua lembaga tersebut sama-sama memperoleh amanah dari rakyat sehingga seharusnya berorientasi pada pelayanan dan pembangunan daerah, bukan terjebak dalam polemik yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Eksekutif dan yudikatif memiliki tanggung jawab besar terhadap rakyat. Energi dan fokus harus diarahkan untuk membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki pelayanan publik, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi yang memperlihatkan adanya ketegangan atau saling serang antar lembaga justru dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

Lebih jauh, Daeng Rapi mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan kepastian, ketenangan, dan kerja nyata dari para pemangku kepentingan. Bukan sebaliknya, disuguhi berbagai polemik yang memicu spekulasi dan asumsi liar di ruang publik maupun media sosial.

“Rakyat tidak membutuhkan konflik kepentingan atau pertarungan kekuasaan. Yang dibutuhkan adalah solusi, pelayanan yang baik, dan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini telah memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Beragam opini yang beredar tanpa klarifikasi yang memadai berpotensi memecah belah persatuan serta menciptakan keresahan sosial.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, seluruh pihak harus tetap mengedepankan etika, komunikasi yang baik, dan semangat kolaborasi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.

“Jika kondisi ini terus dipertontonkan ke publik, maka yang dirugikan adalah masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi bisa menurun dan produktivitas pembangunan ikut terganggu,” katanya.

Daeng Rapi berharap seluruh unsur pemerintahan dan lembaga terkait dapat menahan diri serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik sesaat.

“Sudah saatnya semua pihak kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab masing-masing. Rakyat Gowa menunggu kerja nyata, bukan konflik yang berkepanjangan. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci untuk membawa daerah ini lebih maju, sejahtera, dan harmonis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *