banner 600x130
DAERAH  

Antrean Panjang dan Beda Informasi Stok Solar, Satgas Diminta Transparan di SPBU Palanga

BONE | SUARAHAM — Keluhan pengendara terkait pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU Palanga, Jalan Poros Tanjung Palette, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendapat klarifikasi dari Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih Kabupaten Bone.

Kepala Bapenda Kabupaten Bone, Muhammad Angkasa, yang disebut bertugas sebagai koordinator Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih di lokasi, menjelaskan bahwa penghentian sementara pengambilan solar menggunakan jeriken sekitar pukul 11.00 WITA bukan disebabkan stok solar telah habis.

Menurut Angkasa, pada saat itu stok solar di SPBU Palanga masih tersisa sekitar 500 liter. Namun, sisa BBM tersebut diprioritaskan untuk kendaraan yang telah mengantre.

“Yang dihentikan tadi jam 11 adalah pengambilan solar pakai jeriken karena sisa stok solar tinggal 500 liter. Sisanya diperuntukkan untuk kendaraan,” jelas Angkasa, Selasa (8/9/2026).

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul keluhan seorang pengendara minibus yang mengaku telah mengantre cukup lama. Pengendara tersebut sebelumnya mengaku sempat mendapat informasi bahwa stok solar telah habis ketika tiba gilirannya.

Pengendara kemudian memprotes dan akhirnya kendaraannya tetap mendapatkan pengisian. Ia juga mengaku melihat kendaraan lain yang berada di belakangnya masih mendapatkan pelayanan.

Satgas Bantah Tinggalkan Lokasi

Angkasa juga membantah anggapan bahwa anggota Satgas BBM Bersubsidi meninggalkan lokasi ketika persoalan pelayanan tersebut terjadi.

Ia menegaskan, anggota Satgas masih berada di SPBU Palanga hingga setelah pukul 14.00 WITA.

“Anggota Satgas meninggalkan tempat setelah jam 2,” ujarnya.

Mengenai kondisi stok BBM, Angkasa menjelaskan bahwa solar di SPBU Palanga baru benar-benar habis sekitar pukul 12.30 WITA.

Sementara itu, stok Pertalite disebut baru habis sekitar pukul 14.00 WITA.

“Solar habis sekitar jam 12.30, Pertalite sekitar jam 2 habis,” katanya.

Dengan penjelasan tersebut, Satgas menegaskan bahwa kondisi sekitar pukul 11.00 WITA bukan merupakan penghentian seluruh pelayanan solar kepada kendaraan.

Penghentian saat itu, menurut Angkasa, hanya berlaku terhadap pengambilan solar menggunakan jeriken karena stok yang tersisa sekitar 500 liter harus diprioritaskan untuk kendaraan yang sedang mengantre.

Masih Ada Perbedaan Keterangan

Meski demikian, keluhan pengendara sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan informasi yang diterima masyarakat mengenai ketersediaan solar di tengah antrean.

Di satu sisi, pengendara mengaku mendapat informasi bahwa solar telah habis ketika tiba gilirannya. Di sisi lain, pihak Satgas menjelaskan bahwa pada sekitar pukul 11.00 WITA stok solar masih tersedia dan baru dinyatakan habis sekitar pukul 12.30 WITA.

Perbedaan keterangan tersebut penting untuk dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Karena itu, Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih Kabupaten Bone diharapkan memastikan mekanisme pelayanan, antrean, serta informasi mengenai stok BBM subsidi disampaikan secara jelas kepada seluruh pengguna.

Transparansi menjadi penting, khususnya ketika masyarakat telah mengantre dalam waktu lama dan menghadapi keterbatasan stok BBM subsidi.

Dengan adanya klarifikasi dari Satgas, publik kini memiliki dua keterangan berbeda mengenai situasi pelayanan solar di SPBU Palanga pada Selasa (8/9/2026). Selanjutnya, transparansi di lapangan diperlukan untuk memastikan pelayanan BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *