SAMARINDA I SUARAHAM — Persiapan tim pencak silat Kota Samarinda menuju Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) Kalimantan Timur VIII 2026 terus digenjot. Menghadapi ajang yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada November mendatang, tim pelatih mulai memperbanyak agenda uji tanding atau sparing day sebagai bagian dari pematangan atlet.
Bina Prestasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Samarinda, Hendra Wakhyu Hidayat, mengatakan sedikitnya tiga hingga empat agenda sparing day disiapkan selama masa pemusatan latihan.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengukur kemampuan atlet, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana hasil latihan mampu diterapkan dalam situasi pertandingan.
“Untuk sparing day, kami mengagendakan sekitar tiga hingga empat kali pelaksanaan selama masa pemusatan latihan,” ujar Hendra saat ditemui di Gedung Pencak Silat, Jalan AWS Folder Air Hitam, Samarinda, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Hendra, pola uji tanding akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan pertandingan internal antaratlet dalam tim, kemudian melibatkan perguruan pencak silat di Samarinda, hingga menghadirkan lawan dari luar daerah.
Sejumlah daerah sekitar Samarinda, seperti Balikpapan dan Kutai Kartanegara, menjadi sasaran untuk agenda uji tanding lintas daerah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan pengalaman kepada atlet menghadapi karakter dan gaya bertanding yang berbeda. Hasil setiap sparing juga akan menjadi bahan pelatih dalam menyusun strategi menghadapi persaingan di Popprov.
Empat Fokus Utama Sparing
Hendra menjelaskan, terdapat empat sasaran utama dari pelaksanaan sparing day.
Pertama, mengevaluasi kemampuan fisik dan taktik atlet. Uji tanding menjadi tolok ukur untuk mengetahui efektivitas materi latihan ketika diterapkan dalam situasi pertandingan.
Kedua, melakukan simulasi pertandingan resmi. Para atlet akan dibiasakan menghadapi atmosfer pertandingan sekaligus beradaptasi dengan aturan dan regulasi terbaru yang akan diterapkan dalam kompetisi.
Ketiga, membangun mental serta menambah jam terbang. Semakin sering menghadapi lawan, atlet diharapkan mampu tampil lebih tenang, fokus, dan percaya diri ketika bertanding di arena Popprov.
Keempat, mendeteksi kelemahan sejak dini. Setiap kekurangan yang terlihat dalam sparing akan dievaluasi agar dapat segera diperbaiki sebelum memasuki pertandingan sebenarnya.
“Poin utamanya ada evaluasi fisik dan taktik, simulasi pertandingan resmi, pembentukan mental dan jam terbang, serta deteksi kelemahan dini,” jelas Hendra.
Bidik Persaingan Juara Umum
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Samarinda optimistis mampu bersaing dalam perebutan posisi terbaik pada Popprov Kaltim VIII.
Hendra menyebut kekuatan Samarinda tidak hanya bertumpu pada atlet yang telah memiliki pengalaman bertanding, tetapi juga ditopang sistem regenerasi dari berbagai perguruan pencak silat.
Sejumlah atlet bahkan disebut telah memiliki pengalaman pada level Kejurda, Popda hingga kejuaraan nasional.
“Kami sangat optimistis. Dari sisi atlet, Samarinda punya pembinaan yang sangat kuat dengan regenerasi dari berbagai perguruan. Banyak di antara mereka sudah berpengalaman di tingkat Kejurda, Popda, hingga Kejuaraan Nasional,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Samarinda untuk memasang target tinggi di Popprov Kaltim VIII.
Dari sisi kepelatihan, tim juga diperkuat pelatih dengan pengalaman dan sertifikasi di tingkat daerah maupun nasional. Perpaduan pelatih senior dan muda diharapkan mampu menghadirkan program latihan yang lebih terukur, modern, dan disiplin.
Try Out dan Tes Fisik Terus Diperkuat
Selain sparing day, tim pencak silat Samarinda juga menyiapkan agenda try out lanjutan. Program tersebut akan dimanfaatkan untuk menguji kesiapan atlet menghadapi lawan dari luar daerah sekaligus mencari formulasi strategi yang lebih efektif.
Tes fisik juga akan dilakukan secara berkala. Pemantapan mental bersama KONI Samarinda menjadi bagian lain dari persiapan sebelum atlet memasuki fase pemusatan latihan terpusat atau TC sentralisasi.
Hendra menegaskan, kesiapan fisik dan mental harus dibangun secara beriringan. Kondisi fisik yang prima dinilai penting untuk menjaga konsistensi performa sekaligus meminimalkan risiko cedera menjelang kompetisi.
Disiplin Jadi Penentu
Sementara itu, Komisi Disiplin IPSI Kota Samarinda, Imam Nawawi, menilai kedisiplinan menjadi salah satu faktor utama dalam membentuk atlet berprestasi.
Menurutnya, program latihan harus dijalankan secara konsisten dengan pola bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan.
“Untuk mencapai prestasi maksimal tidak akan tercapai kalau latihan tidak konsisten. Latihan seperti ini sifatnya bertahap, bertingkat, dan berlanjut,” ujar Imam.
Ia menyebut sejauh ini para atlet Samarinda menunjukkan kedisiplinan yang cukup baik. Namun, konsistensi tersebut harus dijaga hingga memasuki arena pertandingan.
“Ketika mereka tidak konsisten dan tidak disiplin, rantai latihan akan terputus. Itu akan mengganggu pencapaian maksimal,” katanya.
Imam berharap Popprov Kaltim VIII tidak dipandang sebagai tujuan akhir pembinaan. Menurutnya, ajang tersebut merupakan salah satu tahapan penting untuk membawa atlet menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Ia berharap para pesilat yang tampil di Popprov dapat berkembang hingga memperkuat kontingen Kalimantan Timur di tingkat nasional dan selanjutnya mampu membawa nama Indonesia ke pentas internasional.
“Popprov ini bukan tujuan utama, tetapi ini adalah tangga. Harapan saya atlet-atlet ini bisa mewakili Kalimantan Timur dan selanjutnya mewakili Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.
Menurut Imam, pencak silat memiliki nilai strategis karena tidak hanya merupakan cabang olahraga, tetapi juga bagian dari budaya Indonesia yang perlu terus diperkenalkan ke tingkat dunia.
Karena itu, pembinaan atlet sejak usia pelajar dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus memperkuat eksistensi pencak silat sebagai olahraga dan warisan budaya bangsa.
Dengan intensitas sparing, evaluasi berkala, penguatan fisik, mental, serta disiplin latihan, tim pencak silat Samarinda kini terus mematangkan diri menghadapi Popprov Kaltim VIII 2026 di Kabupaten Paser.
Target juara umum pun mulai dibidik, dengan kesiapan atlet dan konsistensi pembinaan menjadi modal utama untuk menghadapi persaingan.











