MAKASSAR I SUARAHAM — Gerakan pemuda ARC kembali menyiapkan gelaran turnamen multi-cabang di Kota Makassar. Ajang yang digagas pendiri jejaring gerakan pemuda ARC, Anwar Rewa, tersebut diarahkan menjadi ruang kompetisi sekaligus wadah pengembangan potensi generasi muda di Sulawesi Selatan.
Anwar Rewa mengonfirmasi bahwa persiapan turnamen saat ini tengah dimatangkan. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Turnamen ARC kali ini dirancang dengan cakupan kegiatan yang lebih luas serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Sejak 2022 kami konsisten melakukan kegiatan positif untuk pengembangan skill anak-anak muda, baik dari sisi hobi maupun pekerjaan,” kata Anwar Rewa.
Turnamen tersebut rencananya mempertandingkan sejumlah cabang yang dekat dengan aktivitas generasi muda, di antaranya futsal, mini soccer, Mobile Legends, dan domino.
Futsal dan mini soccer menjadi bagian utama karena memiliki basis komunitas yang cukup kuat di Makassar. Sementara Mobile Legends disiapkan sebagai ruang bagi anak muda yang memiliki kemampuan di bidang olahraga elektronik.
Adapun domino dimasukkan sebagai bagian dari kegiatan rekreatif sekaligus sarana memperkuat silaturahmi antargenerasi.
Menurut Anwar, ARC tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebatas kompetisi. Sejak dibentuk pada 2022, wadah tersebut diarahkan untuk mendorong anak muda agar dapat mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing, termasuk membuka peluang di bidang pekerjaan dan kewirausahaan.
Karena itu, penyelenggaraan Turnamen ARC kali ini juga dirancang melibatkan lebih banyak unsur. Tokoh lembaga adat, pemerintah, komunitas pemuda, hingga pelaku usaha dan sektor swasta disebut akan diberi ruang untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penyelenggaraan turnamen, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi peserta untuk membangun jaringan, mengembangkan keterampilan, serta menemukan potensi yang dapat dikembangkan ke tingkat lebih tinggi.
Nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainga juga hendak dikedepankan. Kompetisi diharapkan tetap berjalan secara sehat dengan menjunjung sportivitas, etika, dan penghargaan terhadap sesama peserta.
Di sisi lain, gelaran berskala multi-cabang tersebut berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran peserta, penonton, komunitas, pelaku UMKM, hingga pekerja kreatif dapat menciptakan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
ARC juga melihat turnamen sebagai salah satu cara menyediakan ruang aktivitas yang produktif bagi generasi muda. Kompetisi olahraga dan kreativitas dinilai dapat menjadi alternatif kegiatan positif sekaligus mempertemukan berbagai komunitas dalam suasana yang lebih konstruktif.
Saat ini panitia masih mematangkan sejumlah kebutuhan teknis, termasuk lokasi pertandingan, regulasi masing-masing cabang, jadwal pelaksanaan, mekanisme pendaftaran, serta besaran hadiah.
Informasi resmi terkait jadwal dan pendaftaran akan diumumkan melalui kanal komunikasi ARC setelah seluruh persiapan dinyatakan final.
Dengan konsep yang lebih luas, Turnamen ARC diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pertandingan, tetapi berkembang menjadi ruang pertemuan komunitas, pencarian bakat, pengembangan keterampilan, sekaligus penguatan jejaring pemuda di Sulawesi Selatan.











