banner 400x130
DAERAH  

Nama H. Amid Disebut dalam Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi, Polisi Ditantang Usut Tuntas

banner 400x130

WAJO I SUARAHAM — Dugaan praktik mafia BBM subsidi jenis solar kembali mencuat di Sulawesi Selatan. Kali ini, sebuah jaringan yang diduga beroperasi di wilayah Kabupaten Wajo, Bone, hingga Soppeng disebut menjalankan modus pelangsiran menggunakan jeriken dan mobil khusus untuk mengangkut solar subsidi secara ilegal.

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, praktik tersebut diduga melibatkan mobil tangki berkapasitas 16 KL milik PT Bintang Terang Delapan Sembilan yang disebut-sebut kerap standby di wilayah Kabupaten Wajo sebelum BBM dibawa keluar daerah hingga ke Morowali.

Salah satu nama yang ikut disebut warga adalah H. Amid, warga Desa Wanuawaru, Kecamatan Libureng, yang rumahnya berada dekat Pasar Laccibung. Ia diduga terlibat dalam aktivitas pelangsiran solar subsidi dari sejumlah SPBU, termasuk SPBU Lambobo.

Menurut sumber warga, modus yang digunakan yakni membeli solar subsidi menggunakan “cergen” atau jeriken dalam jumlah besar, lalu dipindahkan ke mobil tangki biru putih sebelum dikirim ke luar daerah.

“Kabarnya solar diambil dari beberapa wilayah seperti Wajo, Bone, dan Soppeng. Setelah terkumpul baru dibawa ke Morowali,” ungkap seorang warga Laccibung yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Peristiwa dugaan aktivitas ilegal itu disebut terjadi pada Rabu, 15 April 2026. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, H. Amid disebut sempat membenarkan bahwa mobil tangki tersebut memang berada dalam penguasaannya, namun berdalih kendaraan itu hanya dikontrak.

“Mobilku memang ada, tapi itu dikontrak,” demikian pengakuan yang disebut disampaikan kepada media.

Warga juga menyoroti keberadaan mobil tangki biru putih dari wilayah Luwu dengan inisial pemilik disebut “WSN”. Mobil tersebut dikabarkan kerap standby di Kabupaten Wajo tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengungkap adanya kendaraan baru merek Nissan warna biru putih yang sementara dikerjakan dan diduga akan digunakan untuk aktivitas pengangkutan BBM subsidi. Proses pengerjaan kendaraan itu disebut dilakukan secara tertutup.

Masyarakat pun mendesak Polda Sulawesi Selatan dan Kapolda Sulsel untuk segera turun tangan membongkar dugaan jaringan mafia solar subsidi yang dinilai semakin terang-terangan beroperasi.

Warga meminta aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap dugaan praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat kecil tersebut.

“Kalau benar ada permainan mafia solar subsidi, maka harus diusut sampai ke aktor besarnya. Jangan hanya sopir atau pelangsir kecil yang ditangkap,” tegas warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *