banner 600x130
DAERAH  

Lapas Takalar Kebobolan? Curhatan Seorang Wanita di Makassar Hingga Aktif Berkomunikasi dengan Napi Narkoba

TAKALAR | SUARAHAM – Dugaan lemahnya sistem pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kini di terpa persoalan tak sedap.

Kali ini, muncul informasi mengenai seorang perempuan berinisial SK yang diduga aktif berkomunikasi dengan seorang narapidana kasus narkotika berinisial IL yang menghuni Lapas Takalar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, komunikasi antara keduanya diduga tidak sebatas hubungan pribadi.

Sumber yang ditemui menyebut SK pernah diperlihatkan sejumlah sachet yang diduga berisi narkotika jenis sabu milik IL.

Bahkan, menurut sumber tersebut, perempuan itu disebut sempat ditawari untuk datang langsung ke Lapas apabila ingin menerima barang tersebut.

Modus itu diduga menjadi salah satu cara untuk mengelabui sistem pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Temuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah dugaan masih aktifnya akun Facebook yang diduga milik narapidana IL.

Berdasarkan pemantauan tim media pada 22 Juli 2026 sekitar pukul 00.28 WITA, akun tersebut terlihat melakukan aktivitas komunikasi melalui fitur Messenger.

Aktivitas itu menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan di dalam Lapas Takalar. Pasalnya, penggunaan telepon seluler dan akses internet oleh warga binaan dilarang dan diawasi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi tersebut berpotensi membuka ruang bagi narapidana untuk tetap mengendalikan komunikasi dengan pihak luar, termasuk yang berkaitan dengan dugaan peredaran narkotika dari balik jeruji besi.

Tak hanya itu, tim media juga memperoleh informasi mengenai dugaan modus penyelundupan barang dengan kedok menjual makanan ringan kepada narapidana.

Dugaan tersebut dinilai perlu ditelusuri secara serius karena peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan selama ini menjadi perhatian aparat penegak hukum dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Takalar, Haince, saat dikonfirmasi membantah dugaan tersebut. Ia mengatakan bahwa setelah adanya informasi dari rekan media, pihaknya langsung melakukan inspeksi mendadak terhadap narapidana yang dimaksud.

“IL itu sudah beberapa bulan berada di sel merah dan baru turun kemarin. Mana mungkin dia bisa online,” ujar Haince kepada Suaraham.com.

Saat ditanya mengenai perempuan berinisial SK, Haince menyebut bahwa perempuan tersebut merupakan mantan istri IL.

Namun, pernyataan itu dibantah langsung oleh SK. Ia mengaku bukan mantan istri IL sebagaimana yang disampaikan pihak Lapas.

Di sisi lain, tim investigasi media mengaku telah mengantongi rekaman video yang diduga memperlihatkan adanya percakapan melalui video call dari dalam Lapas Takalar.

Temuan tersebut, menurut tim media, akan menjadi bahan untuk ditelusuri lebih lanjut guna menguji kebenaran pernyataan seluruh pihak yang telah memberikan keterangan.

Selain itu, hasil penelusuran tim media juga menemukan informasi bahwa IL merupakan narapidana kasus narkotika yang diduga memiliki peran sebagai bandar sebelum menjalani masa pidana.

Tim media juga memperoleh informasi yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut mengenai dugaan keterkaitan IL dengan jaringan peredaran narkotika di wilayah Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *