banner 400x130
DAERAH  

Gas Air Mata Pecah di Lokasi Sengketa, Warga Bone Terluka dan Dilarikan ke RS

banner 400x130

BONE I SUARAHAM – Bentrokan antara warga dengan aparat kepolisian pecah saat pelaksanaan pengukuran ulang koordinat objek sengketa di Jalan Andi Pangeran, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Rabu (10/6/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya dua warga mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Korban diketahui bernama Andi Arman, yang mengalami luka di bagian pelipis kiri akibat kericuhan yang terjadi di lokasi. Sementara seorang warga lainnya, Abdul, mengalami luka cukup parah setelah bagian tangan kanannya tertembus proyektil yang diduga berasal dari tembakan peluru gas air mata. Abdul dikabarkan akan menjalani tindakan operasi medis.

Kericuhan bermula saat tim eksekusi dari Pengadilan Negeri melaksanakan pengukuran ulang terhadap koordinat objek sengketa yang melibatkan 21 unit rumah. Sejumlah warga yang menolak proses tersebut menghadang pelaksanaan pengukuran dan meminta agar kegiatan dihentikan.

Situasi yang semula berlangsung tegang berubah menjadi ricuh. Aksi saling dorong antara warga dan aparat tak terhindarkan. Ketegangan kemudian memuncak ketika terjadi pelemparan batu hingga bom molotov ke arah personel Polres Bone dan Brimob yang melakukan pengamanan.

Untuk mengendalikan massa dan membubarkan kerumunan, aparat melepaskan tembakan gas air mata. Namun, tindakan tersebut justru menimbulkan korban dari pihak warga yang berada di lokasi bentrokan.

Peristiwa ini memicu sorotan publik terkait pelaksanaan eksekusi dan pengamanan sengketa lahan yang dinilai belum mampu mengedepankan pendekatan persuasif. Di sisi lain, aparat juga menghadapi situasi sulit akibat adanya serangan berupa lemparan batu dan molotov yang mengancam keselamatan personel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pengadilan Negeri maupun Polres Bone terkait jumlah pasti korban luka, kronologi lengkap bentrokan, serta langkah hukum yang akan ditempuh pasca-insiden tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak-pihak yang bersengketa dapat mencari solusi yang adil dan mengedepankan dialog agar konflik serupa tidak kembali menelan korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *