MAKASSAR I SUARAHAM — Video berdurasi sekitar delapan detik kini menjadi sorotan. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan 2 orang yang disebut sebagai anggota TNI bersama beberapa anggota yang disebut anggota Resmob Polda Sulsel sedang berkumpul di Ciken Wins, kawasan Gunung Nona, Makassar.
Dalam rekaman itu, sejumlah pria terlihat duduk santai mengelilingi meja yang terdapat makanan dan beberapa botol. Secara visual, botol-botol tersebut diduga merupakan minuman beralkohol.
Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, rombongan tersebut berada di Ciken Wins setelah sebelumnya melakukan pengamanan eksekusi di kawasan Summa Recon, Villa Mutiara.
Jika informasi tersebut benar, muncul pertanyaan serius: apakah setelah menjalankan tugas pengamanan, sejumlah personel kemudian berkumpul dan mengonsumsi minuman beralkohol di lokasi tersebut?
Pertanyaan ini bukan persoalan sepele. Aparat TNI dan Polri merupakan institusi yang dituntut menjaga disiplin, profesionalitas, serta citra di tengah masyarakat.
Video singkat tersebut memang belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh orang yang terlihat merupakan anggota TNI maupun Resmob Polda Sulsel. Begitu pula isi botol di atas meja belum dapat dipastikan sebagai minuman beralkohol.
Namun, informasi mengenai identitas dan konteks keberadaan mereka patut diverifikasi secara serius, bukan dibiarkan menjadi rumor.
Jika benar terdapat personel TNI dan Polri dalam rombongan tersebut, maka publik berhak mengetahui siapa mereka, apakah benar baru selesai menjalankan tugas pengamanan, mengapa berada di Ciken Wins, serta apa aktivitas yang dilakukan di lokasi tersebut.
Lebih jauh, bila dugaan konsumsi minuman beralkohol oleh personel aparat terbukti, maka pihak internal masing-masing institusi patut menjelaskan aturan disiplin apa yang berlaku dan apakah tindakan tersebut akan diperiksa melalui mekanisme internal.
Jangan sampai seragam aparat hanya terlihat ketika bertugas, tetapi ketika muncul persoalan yang menyangkut perilaku personel, semuanya berhenti pada alasan bahwa video tersebut hanya berdurasi delapan detik.
Delapan detik mungkin singkat, tetapi cukup untuk memunculkan pertanyaan besar mengenai disiplin aparat.
Redaksi Suaraham.com mendorong Propam Polda Sulsel dan institusi TNI melakukan verifikasi terhadap identitas personel dalam video serta menelusuri konteks kegiatan mereka.
Pengelola Ciken Wins juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai waktu, kegiatan, serta keberadaan rombongan tersebut di lokasi.
Redaksi belum menyimpulkan adanya pelanggaran. Seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih berstatus dugaan dan membutuhkan konfirmasi serta pemeriksaan lebih lanjut.
Suaraham.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi TNI, Polda Sulsel, pengelola Ciken Wins, maupun pihak lain yang berkaitan dengan rekaman tersebut.











