banner 400x130
RAGAM  

Aset SD Inpres Panjang di Rusak,, SEMMI Sulsel Siapkan Gelombang Besar Perlawanan di Kejati

banner 400x130

MAKASSAR I SUARAHAM – Dugaan pengrusakan aset negara di SD Inpres Panjang, Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, kini menjadi sorotan serius.

Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Bantaeng memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) guna mendesak penegakan hukum tanpa kompromi.

Gerakan ini disebut bukan sekadar aksi simbolik. PC SEMMI Bantaeng menegaskan akan membawa gelombang massa untuk mengawal kasus dugaan pembongkaran dan perusakan rumah dinas di lingkungan SD Inpres Panjang yang diduga dilakukan tanpa prosedur resmi penghapusan aset negara.

Tak hanya itu, aksi tersebut juga dipastikan mendapat dukungan penuh dari Pengurus Wilayah (PW) SEMMI Sulawesi Selatan.

Keterlibatan pengurus wilayah disebut sebagai bentuk tekanan moral agar aparat penegak hukum tidak bermain-main dalam menangani kasus yang dinilai menyangkut aset pendidikan milik negara.

Ketua Umum PC SEMMI Bantaeng, Tiwa Jalapala, menegaskan bahwa dugaan pembongkaran bangunan rumah dinas sekolah bukan persoalan biasa. Ia menyebut ada indikasi kuat pelanggaran hukum dan penyalahgunaan prosedur dalam proses penghancuran fasilitas tersebut.

“Ini bukan sekadar pembongkaran bangunan, tetapi dugaan pengrusakan aset negara yang berpotensi merugikan dunia pendidikan. Kalau benar dilakukan tanpa mekanisme penghapusan aset yang sah, maka ini bisa masuk kategori pelanggaran serius. Kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Menurut SEMMI, persoalan ini harus naik ke level pengawasan wilayah karena adanya kekhawatiran proses penanganan di daerah berjalan lamban atau bahkan diduga tidak transparan. Mereka mendesak Kejati Sulsel segera turun tangan melakukan supervisi ketat hingga menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Dukungan keras juga datang dari Ketua Umum PW SEMMI Sulsel, Andi Muh Idik Indra. Ia menegaskan seluruh kader SEMMI di Sulawesi Selatan siap turun ke jalan untuk mengawal kasus tersebut sampai tuntas.

“PW SEMMI Sulsel siap membackup penuh perjuangan kader-kader Bantaeng. Dugaan pengrusakan aset daerah ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Jika tidak ada progres hukum yang jelas, kami siap mengepung Kejati Sulsel,” ujarnya lantang.

Aksi yang tengah dipersiapkan itu dikabarkan akan melibatkan ratusan mahasiswa dan kader organisasi. Selain mendesak penetapan tersangka, SEMMI juga meminta aparat penegak hukum mengusut kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang di balik dugaan penghapusan dan penghancuran aset sekolah tersebut.

Kasus ini diprediksi akan terus memanas seiring derasnya sorotan publik. Desakan agar aparat bertindak tegas kini semakin menguat, terlebih karena objek yang dipersoalkan merupakan fasilitas pendidikan yang seharusnya dijaga, bukan justru diduga dihancurkan tanpa kejelasan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *