banner 600x130

Soal Polemik Oknum Intel TNI di Sop Saudara Irian, AA Tegaskan Miskomunikasi dan Bantah Sejumlah Tuduhan

MAKASSAR I SUARAHAM — Pria berinisial AA memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai keberadaannya di Rumah Makan (RM) Sop Saudara Irian, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Pattunuang, Kecamatan Wajo, Makassar, pada Minggu dini hari, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 04.07 Wita.

AA menegaskan, informasi yang berkembang dalam pemberitaan sebelumnya dinilainya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia menyebut terdapat miskomunikasi dalam melihat dan memahami situasi yang terjadi saat dirinya berada di lokasi.

Klarifikasi tersebut mencakup sejumlah poin, mulai dari dugaan memamerkan pistol, keberadaan empat perempuan bersamanya, dugaan dalam kondisi mabuk, hingga kendaraan Jeep Wrangler Rubicon yang digunakannya.

Soal Dugaan Pamer Pistol

Terkait tudingan bahwa dirinya sengaja memamerkan benda yang diduga pistol dengan mengangkat baju saat turun dari kendaraan, AA memberikan penjelasan.

AA mengatakan, saat itu dirinya dalam kondisi kelelahan dan tidak menyadari bahwa bagian bajunya terangkat.

“Pada saat itu saya dalam kondisi kecapean dan tidak sadar kalau baju saya angkat. Jadi tidak ada maksud untuk memamerkan atau menunjukkan pistol kepada orang lain,” ujarnya kepada Suara HAM, saat ditemui disalah satu cafe di Makassar, Selasa (01/09)

Menurut AA, kondisi tersebut terjadi secara spontan dan tidak dimaksudkan untuk mempertontonkan benda yang berada di pinggangnya.

Ia juga menilai peristiwa tersebut telah dipahami secara berbeda sehingga kemudian berkembang menjadi pemberitaan mengenai dugaan pamer senjata.

Empat Perempuan Disebut Keluarga

AA juga membantah spekulasi mengenai empat perempuan yang berada bersamanya di RM Sop Saudara Irian.

Sebelumnya, keberadaan empat perempuan tersebut dikaitkan dengan dugaan sebagai Ladies Companion (LC), booking online (BO), maupun perempuan yang memiliki hubungan khusus dengan AA.

Ia menegaskan seluruh dugaan tersebut tidak benar. Menurut AA, keempat perempuan tersebut merupakan keluarganya.

“Keempatnya keluarga saya. Jadi tidak benar kalau mereka diduga LC, BO atau simpanan,” tegas AA.

AA menyayangkan penampilan pakaian keempat perempuan tersebut kemudian dikaitkan dengan profesi maupun hubungan personal tertentu.

Menurutnya, pakaian yang dikenakan seseorang tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan status maupun profesinya.

Bantah Dalam Kondisi Mabuk

AA selanjutnya membantah dugaan dirinya berada dalam kondisi mabuk ketika berada di lokasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mabuk.

AA menjelaskan, kondisi tubuhnya yang terlihat sempoyongan atau berjalan agak oleng saat itu disebabkan kelelahan.

“Murni saya tidak mabok. Mungkin semua orang tahu ketika kita kecapean pasti jalannya bisa sempoyongan,” jelasnya.

AA menegaskan, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan konsumsi minuman beralkohol maupun dugaan aktivitas di tempat hiburan malam sebagaimana spekulasi yang berkembang.

Soal Jeep Wrangler Rubicon

AA juga memberikan klarifikasi terkait Jeep Wrangler Rubicon berwarna hijau yang digunakannya ketika berada di RM Sop Saudara Irian. Ia menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan kendaraan miliknya.

Menurut AA, Jeep Wrangler Rubicon tersebut merupakan kendaraan pinjam pakai milik Andi Ollong.

“Mobil itu saya pinjam pakai, milik Andi Ollong,” kata AA.

Klarifikasi tersebut sekaligus meluruskan informasi mengenai kepemilikan kendaraan yang sebelumnya disebut dalam pemberitaan.

AA: Ada Miskomunikasi

Secara keseluruhan, AA menilai polemik yang muncul berawal dari kesalahpahaman dalam membaca situasi di lokasi.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi rujukan untuk meluruskan informasi yang berkembang dan tidak lagi menimbulkan spekulasi terhadap dirinya maupun empat anggota keluarganya.

AA juga menegaskan tidak pernah bermaksud mempertontonkan senjata, tidak dalam kondisi mabuk, serta tidak memiliki hubungan sebagaimana spekulasi yang diarahkan kepada empat perempuan yang bersamanya.

Wartawan Suara HAM Minta Maaf

Sementara itu, Syahril, wartawan media online Suara HaM, menyampaikan permintaan maaf terkait pemberitaan sebelumnya mengenai AA.

Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul adanya klarifikasi dari AA mengenai sejumlah informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Syahril menyampaikan permintaan maaf atas pemberitaan yang telah menimbulkan polemik tersebut.

Dengan adanya klarifikasi AA dan permintaan maaf dari wartawan yang memberitakan, persoalan tersebut diharapkan dapat dilihat secara lebih proporsional dan tidak berkembang menjadi spekulasi baru.

Redaksi memuat klarifikasi ini sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan hak jawab. Setiap tudingan dalam pemberitaan sebelumnya merupakan informasi berdasarkan sumber yang saat itu belum terverifikasi secara independen, sedangkan keterangan AA dalam berita ini merupakan bantahan dan penjelasan dari pihak yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *