banner 400x130
DAERAH  

Rumah Singgah Kanker ETAN Samarinda Jadi Tumpuan Harapan, Warga Minta Perhatian Pemerintah

banner 400x130

SAMARINDA I SUARAHAM – Keberadaan Rumah Singgah Kanker ETAN di Kota Samarinda menjadi titik harapan bagi para pasien kanker, khususnya warga kurang mampu yang datang dari berbagai kabupaten di Kalimantan Timur.

Rumah singgah ini dikenal aktif membantu pasien yang sedang menjalani pengobatan dengan menyediakan tempat tinggal sementara serta dukungan moral. Antusiasme masyarakat pun tinggi, terlihat dari berbagai donasi yang terus mengalir untuk membantu operasional dan kebutuhan para pasien.

Namun di balik semangat gotong royong tersebut, pengelola berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Mereka menilai, dukungan resmi sangat dibutuhkan agar pelayanan terhadap pasien kanker bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.

“Selama ini banyak pasien hanya bergantung pada bantuan masyarakat. Padahal, mereka membutuhkan perhatian serius, termasuk akses informasi, fasilitas, dan dukungan biaya pengobatan,” ujar perwakilan rumah singgah.

Pasien yang datang umumnya berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, bahkan luar kota Samarinda. Kondisi ini membuat kebutuhan fasilitas semakin besar, sementara sumber daya masih terbatas.

Pengelola juga menyampaikan harapan kepada pemerintah, mulai dari Presiden RI hingga jajaran kementerian, gubernur, wali kota, dan pemerintah kabupaten, agar dapat mempertimbangkan kebijakan yang berpihak pada pasien kanker, khususnya dari kalangan ekonomi lemah.

Rumah Singgah Kanker ETAN yang berlokasi di Jalan Delima, RT 49, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, selama ini menjadi contoh nyata solidaritas warga. Bantuan yang diberikan masyarakat dinilai sangat berarti bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakitnya.

Meski begitu, para pasien dan pengelola berharap ke depan ada sinergi yang lebih kuat antara masyarakat dan pemerintah. Dengan dukungan yang lebih luas, diharapkan kualitas hidup pasien kanker bisa meningkat dan beban yang mereka tanggung dapat berkurang.

Pengelola menegaskan, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi para pasien. Mereka juga berharap kepedulian ini dapat terus tumbuh, tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga dari para pemangku kebijakan di semua tingkatan.

“Ini bukan sekadar soal bantuan, tapi bagaimana negara hadir untuk warganya yang sedang menghadapi ujian berat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *