banner 400x130
HUKRIM  

Perang Melawan Narkoba di Bone Belum Usai, Polisi Bongkar 22 Kasus dalam Sebulan

banner 400x130

BONE I SUARAHAM — Peredaran narkotika di Kabupaten Bone kembali menjadi sorotan setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Bone mengungkap 22 kasus narkoba hanya dalam kurun waktu sekitar satu bulan, terhitung sejak 2 April hingga 10 Mei 2026. Dari pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita berbagai jenis barang haram, termasuk sabu seberat 135,34 gram.

Pengungkapan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bone, Jalan Yos Sudarso, Rabu (13/5/2026), dipimpin langsung Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi didampingi Kasat Narkoba Iptu Irham serta Kasi Humas Iptu Rayendra.

Meski aparat mengklaim keberhasilan ini sebagai bentuk komitmen pemberantasan narkotika, tingginya jumlah kasus yang terungkap dalam waktu singkat justru memperlihatkan bahwa peredaran narkoba di Bone masih berada pada level yang mengkhawatirkan.

Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.

“Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Bone dalam memberantas segala bentuk narkotika yang dapat merusak generasi bangsa,” ujarnya dalam press rilis.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bone Iptu Irham membeberkan rincian barang bukti yang berhasil diamankan selama operasi pengungkapan berlangsung.

“Total ada 22 kasus yang berhasil diungkap. Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 135,34 gram, sinte cair 11,40 gram, serta tembakau sintesis sebanyak 43,89 gram,” jelasnya.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran publik terkait masih masifnya peredaran narkotika di wilayah Bone. Banyak pihak menilai pengungkapan kasus demi kasus harus dibarengi dengan upaya membongkar jaringan besar pemasok narkoba, bukan hanya berhenti pada pengguna dan pengedar tingkat bawah.

Selain penindakan, masyarakat juga mendorong adanya langkah preventif yang lebih serius melalui edukasi, pengawasan lingkungan, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menekan laju penyalahgunaan narkotika yang semakin mengancam generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *