banner 600x130
DAERAH  

Terbongkar! Solar Subsidi Diduga Ditampung di Pinggir Sungai Pasar Siwa dan Dikirim ke Sultra via Kapal Kayu

WAJO | SUARAHAM — Dugaan permainan solar subsidi di wilayah Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, semakin mengundang tanda tanya.

Hasil penelusuran wartawan Suaraham.com di lapangan menemukan informasi masyarakat mengenai dugaan pembelian solar subsidi dalam jumlah besar yang kemudian diduga dikumpulkan di sekitar pinggir sungai kawasan Pasar Siwa.

Informasi yang dihimpun menyebut, solar subsidi yang diduga diperoleh melalui pembelian berulang menggunakan jeriken atau wadah tertentu tersebut tidak berhenti di SPBU.

BBM itu diduga dibawa menuju titik penampungan di sekitar kawasan pinggir sungai Pasar Siwa sebelum kemudian diduga dipindahkan kembali untuk dikirim keluar daerah.

Yang lebih serius, muncul informasi bahwa solar tersebut diduga diarahkan menuju wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui jalur laut dengan menggunakan kapal kayu.

Jika informasi ini benar dan terbukti, maka dugaan persoalannya bukan lagi sebatas pelangsiran di SPBU, tetapi mengarah pada dugaan rantai distribusi solar subsidi lintas wilayah.

Pertanyaan besarnya kemudian: siapa yang mengatur alur tersebut? Siapa yang membeli dari SPBU, siapa yang membawa ke lokasi penampungan, siapa pemilik atau pengelola tempat penampungan, siapa yang menyiapkan kapal kayu, dan siapa pihak di Sultra yang diduga menerima BBM tersebut?

Suaraham.com menegaskan, informasi mengenai penampungan di pinggir sungai Pasar Siwa dan pengiriman melalui kapal kayu menuju Sultra masih merupakan dugaan yang harus dibuktikan.

Karena itu, APH tidak semestinya langsung menjadikannya sebagai kesimpulan, tetapi juga tidak boleh mengabaikannya tanpa pemeriksaan.

Jika benar terdapat aktivitas penampungan dan pengiriman melalui jalur laut, maka aparat perlu menelusuri bukan hanya orang yang berada di ujung rantai.

Pemain lapangan jangan dijadikan titik akhir penindakan. Penyedia modal, penampung, pengangkut, pemesan, penerima hingga pihak yang diduga mengendalikan distribusi harus ditelusuri apabila ditemukan bukti.

Informasi masyarakat juga menyebut adanya nama atau inisial tertentu, termasuk BLK, yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan aktivitas tersebut.

Namun Suaraham.com tidak menyatakan pihak tersebut bersalah. Nama atau inisial yang muncul wajib diverifikasi melalui klarifikasi dan penyelidikan.

Jika tidak terbukti, tudingan harus dihentikan; jika terbukti berdasarkan alat bukti yang sah, proses hukum harus berjalan.

Lebih jauh, beredar pula isu dugaan adanya “setoran” kepada oknum tertentu agar aktivitas tertentu dapat berlangsung. Informasi ini juga belum dapat dianggap sebagai fakta.

Namun apabila benar ditemukan aliran uang atau bentuk keuntungan kepada oknum untuk membiarkan penyalahgunaan BBM subsidi, maka persoalannya berpotensi membuka dugaan adanya pihak yang memberikan perlindungan.

Untuk menguji seluruh dugaan tersebut, APH sebenarnya dapat menelusuri data transaksi SPBU, rekaman CCTV, identitas kendaraan dan pembeli, frekuensi serta volume pembelian, hingga pergerakan BBM setelah keluar dari SPBU.

Penelusuran juga perlu diarahkan pada lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan serta aktivitas kapal kayu yang disebut membawa BBM menuju Sultra.

Polres Wajo kini dituntut tidak sekadar menunggu laporan atau menindak pemain kecil. Jika informasi ini benar, bongkar rantainya.

Periksa titik penampungan yang disebut berada di pinggir sungai kawasan Pasar Siwa. Telusuri jalur lautnya.

Identifikasi kapal yang digunakan. Telusuri pihak yang mengirim dan menerima. Dan jika ditemukan aktor yang mengendalikan jaringan, jangan berhenti pada pion.

Solar subsidi merupakan BBM yang mendapatkan dukungan negara dan diperuntukkan bagi masyarakat serta sektor yang berhak.

Jika benar komoditas tersebut dikumpulkan lalu dikirim keluar daerah untuk diperjualbelikan kembali demi keuntungan, maka persoalannya menyangkut penyalahgunaan subsidi dan kepentingan publik.

Kini pertanyaan kerasnya berada di meja APH: benarkah solar subsidi dari SPBU Siwa diduga dikumpulkan di pinggir sungai kawasan Pasar Siwa, kemudian diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan kapal kayu menuju Sultra?

Siapa yang menampung, siapa yang mengirim, siapa yang menerima, dan siapa yang berada di belakang rantai tersebut? Publik menunggu bukan sekadar penangkapan pemain lapangan, tetapi pengungkapan menyeluruh apabila bukti memang mengarah pada sebuah jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *