banner 600x130
HUKRIM  

Belum Ada Pelaku Ditangkap, Keluarga Korban Pembusuran di Gowa Minta Polisi Bertindak

GOWA | SUARAHAM — Keluarga M. Nur Ramadhan (21), korban dugaan penyerangan menggunakan busur panah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mendesak kepolisian segera mengungkap identitas para pelaku dan menangkap mereka.

Desakan tersebut disampaikan keluarga setelah korban mengalami luka serius dalam insiden yang terjadi di Jalan Poros depan SMA 10 Gowa, Kelurahan Romang Polong, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.

Kakak korban, Nur Faisal M., berharap kasus tersebut segera dituntaskan agar para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

“Harapannya adalah bagaimana kasus yang terjadi ini agar cepat diselesaikan dan untuk para pelaku agar segera untuk ditemukan dan ditangkap,” ujar Nur Faisal

Menurut keterangan keluarga, saat kejadian korban sedang melintas dari arah Antang menuju Sungguminasa. Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan rombongan pengendara sepeda motor yang disebut berjumlah puluhan kendaraan.

Keluarga menduga insiden tersebut berkaitan dengan aksi penyerangan kelompok pengendara motor yang melintas di lokasi kejadian. Namun, identitas para pelaku, motif, serta kronologi lengkapnya masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.

Untuk membantu pengungkapan kasus, keluarga telah menyerahkan laporan dan rekaman kamera pengawas atau CCTV kepada pihak kepolisian.

Rekaman tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk untuk menelusuri pergerakan rombongan motor serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.

Keluarga juga berharap bukti yang telah diserahkan dapat ditindaklanjuti secara serius sehingga proses penyelidikan berjalan hingga pelaku teridentifikasi.

Hingga pemberitaan detikSulSel pada Jumat (9/10/2026), keluarga menyebut belum ada pelaku yang ditangkap dan diproses hukum terkait kasus yang menimpa Nur Ramadhan.

Meski demikian, perkembangan penanganan perkara per 11 Oktober 2026 masih perlu dikonfirmasi langsung kepada Polresta Gowa.

Belum dapat dipastikan apakah penyidik telah mengidentifikasi terduga pelaku atau mengambil langkah hukum lanjutan setelah laporan tersebut diberitakan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penanganan dugaan kekerasan menggunakan senjata berbahaya di jalan umum.

Pengungkapan yang menyeluruh diperlukan untuk memastikan peristiwa sebenarnya, mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab, serta memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *