banner 600x130
DAERAH  

Sekolah Rusak Bertahun-Tahun di Uluere, Wawan Copel Desak Pemkab Bantaeng Jangan Tutup Mata

banner 400x130

BANTAENG I SUARAHAM – Kondisi memprihatinkan yang dialami SD Negeri 75 Kayu Tanning dan SD Kelas Jauh 35 Lannying di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, kembali menjadi sorotan. Bangunan sekolah yang rusak, lapuk, dan sebagian mengalami kebocoran dinilai mencerminkan masih lemahnya perhatian terhadap infrastruktur pendidikan di wilayah pelosok.

Sorotan keras datang dari Wawan Copel yang meminta Pemerintah Kabupaten Bantaeng tidak menutup mata terhadap persoalan yang telah berlangsung sejak 2024 hingga pertengahan 2026 tersebut. Menurutnya, keterlambatan penanganan sekolah rusak merupakan persoalan serius yang menyangkut masa depan generasi muda.

“Anak-anak di Uluere memiliki hak yang sama dengan siswa di wilayah perkotaan. Mereka tidak boleh dipaksa belajar di ruang kelas yang rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan,” tegas Wawan Copel.

Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak. Pasalnya, pendidikan merupakan sektor fundamental yang tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pembangunan lainnya.

Wawan juga mempertanyakan belum adanya kepastian yang jelas terkait rencana rehabilitasi sekolah. Informasi yang diterima pihak sekolah disebut terus berubah tanpa kejelasan mengenai jadwal maupun sumber anggaran yang akan digunakan.

“Yang dibutuhkan guru dan siswa hari ini bukan sekadar janji, tetapi kepastian. Jika memang ada anggaran, sampaikan kapan direalisasikan. Jika ada kendala, jelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, lambannya penanganan infrastruktur pendidikan berpotensi memperlebar kesenjangan antara sekolah di perkotaan dan daerah terpencil. Padahal, seluruh anak bangsa berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan layak.

Karena itu, Wawan mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait nasib rehabilitasi kedua sekolah tersebut. Ia juga meminta Bupati Bantaeng turun langsung ke lokasi agar dapat melihat kondisi sebenarnya yang dihadapi para siswa dan tenaga pendidik setiap hari.

“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi hal yang tidak diinginkan. Sekolah yang rusak bukan hanya soal bangunan, tetapi juga soal komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan warganya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi sejumlah ruang belajar di kedua sekolah tersebut disebut masih membutuhkan perhatian dan penanganan segera agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *