banner 600x130
DAERAH  

Darurat Pengawasan, Dugaan Pelanggaran Limbah Picu Aksi Unjuk Rasa di Gowa

banner 400x130

GOWA I SUARAHAM – Isu dugaan pelanggaran lingkungan kembali mencuat di Kabupaten Gowa. Kali ini, Aliansi Pemerhati Lingkungan Hidup turun langsung ke jalan dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa, menyoroti dugaan lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan limbah oleh SS Sport Center & Sebati Coffee Eatery.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pemerintah daerah untuk tidak menutup mata terhadap potensi pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas usaha yang belum memenuhi standar pengelolaan limbah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Jenderal Lapangan aksi, Dirga, dalam orasinya mempertanyakan keberadaan dan fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada lokasi usaha tersebut. Menurutnya, apabila benar IPAL tidak tersedia atau tidak beroperasi secara optimal, maka kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Limbah usaha yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari tanah, saluran air, hingga mengancam kesehatan masyarakat. Kami meminta DLH tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi turun langsung melakukan pemeriksaan di lapangan,” tegas Dirga di hadapan peserta aksi.

Aliansi menilai dugaan pelanggaran tersebut harus menjadi perhatian serius mengingat setiap aktivitas usaha yang menghasilkan limbah memiliki kewajiban untuk melakukan pengelolaan sesuai standar lingkungan hidup yang berlaku.

Selain menyoroti pihak pengelola usaha, massa juga melayangkan kritik keras terhadap DLH Kabupaten Gowa. Mereka mempertanyakan efektivitas pengawasan yang selama ini dilakukan terhadap sejumlah usaha yang beroperasi di wilayah tersebut.

Menurut Aliansi, apabila dugaan pelanggaran tersebut benar terjadi, maka muncul pertanyaan besar mengenai sejauh mana fungsi pengawasan lingkungan dijalankan oleh instansi terkait.

“Kami tidak ingin ada kesan bahwa aturan hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Jika ditemukan pelanggaran, siapa pun pelakunya harus ditindak sesuai aturan. Lingkungan hidup adalah hak masyarakat yang wajib dilindungi,” ujar salah satu orator.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Pemerhati Lingkungan Hidup menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya menyangkut kepatuhan administratif, melainkan menyangkut komitmen terhadap perlindungan lingkungan dan keselamatan publik.

Mereka mendesak DLH Kabupaten Gowa segera melakukan inspeksi mendadak, audit lingkungan secara menyeluruh, serta membuka hasil pengawasan kepada publik secara transparan. Aliansi juga meminta agar aktivitas operasional dihentikan sementara apabila nantinya ditemukan fakta bahwa pengelolaan limbah tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Aksi tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan di Kabupaten Gowa. Aliansi menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada langkah konkret dari pihak berwenang.

“Jangan sampai lingkungan menjadi korban akibat lemahnya pengawasan. Jika tidak ada tindakan nyata, kami siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar. Ini bukan sekadar aksi, tetapi bentuk kontrol masyarakat terhadap penegakan hukum lingkungan,” tutup Dirga.

Tuntutan Aliansi Pemerhati Lingkungan Hidup:

  1. Mendesak DLH Kabupaten Gowa segera melakukan sidak dan audit lingkungan terhadap SS Sport Center & Sebati Coffee Eatery.
  2. Mendesak DLH membuka secara transparan hasil pengawasan, status perizinan lingkungan, serta tingkat kepatuhan perusahaan kepada publik.
  3. Mendesak penghentian sementara operasional apabila terbukti tidak memiliki atau tidak mengoperasikan IPAL sesuai standar yang berlaku.
  4. Mendesak penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu terhadap setiap pelanggaran lingkungan yang ditemukan.
  5. Memastikan perlindungan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *