banner 600x130

HUT ke-81 RI, WSI Samarinda Tegaskan Perempuan Harus Jadi Penggerak Pembangunan

SAMARINDA | SUARAHAM.COM — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni dan pengibaran bendera.

Momentum kemerdekaan dinilai harus menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Ketua Wanita Syarikat Islam (WSI) Kota Samarinda, Eny Soelastri, SE, menegaskan bahwa kemerdekaan harus dimaknai lebih luas, termasuk dalam memastikan perempuan memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang, mandiri, serta mengambil peran strategis di tengah masyarakat.

Menurut Eny, perempuan tidak boleh terus ditempatkan sekadar sebagai objek pembangunan. Perempuan harus diberikan ruang untuk menjadi pelaku, pengambil keputusan, sekaligus bagian dari proses menentukan masa depan bangsa.

Berbicara mengenai kemerdekaan, kita tidak hanya mengenangnya sebagai bebasnya bangsa ini dari cengkeraman penjajah. Kita juga harus memaknainya secara mendalam bagi kaum perempuan.

“Arti kemerdekaan yang sesungguhnya bagi perempuan adalah ketika kita tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan menjadi subjek aktif dalam pembangunan,” tegas Eny dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia menilai, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui slogan. Dibutuhkan akses nyata terhadap pendidikan, keterampilan, kesempatan ekonomi, ruang kepemimpinan, serta kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan.

WSI Kota Samarinda, kata Eny, berupaya mengambil bagian dalam mendorong perempuan agar tidak hanya menunggu ruang yang diberikan, tetapi mampu menciptakan peluang melalui peningkatan kapasitas dan kemandirian.

“Setidaknya melalui wadah Wanita Syarikat Islam, kita bersama-sama berjuang mewujudkan kemerdekaan yang hakiki tersebut, terutama dalam aspek pencapaian kesejahteraan perempuan,” ujarnya.

Eny juga mengapresiasi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan yang telah membuka akses bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan, meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi, serta terlibat dalam berbagai sektor pembangunan.

Namun demikian, ia mengingatkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Kesempatan yang tersedia harus benar-benar dapat dirasakan secara merata, terutama oleh perempuan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan peluang.

“Harapan besar kita adalah agar pemerintah terus hadir memberikan jaminan kesejahteraan yang nyata bagi kaum perempuan. Namun, kita sebagai perempuan juga tidak boleh berpangku tangan,” tegasnya.

Menurutnya, perempuan harus mampu menjawab peluang tersebut dengan meningkatkan kualitas diri dan membangun kemandirian.

“Negara telah membukakan pintu kesempatan. Tugas kita adalah membangun kapasitas diri, mandiri, serta membuktikan bahwa perempuan adalah motor penggerak kemajuan. WSI hadir untuk mempertemani langkah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris WSI Kota Samarinda, Rusdiana, yang akrab disapa Yhana, menilai semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi gerakan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

Ia mengatakan, perempuan membutuhkan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, keterampilan, pengembangan ekonomi, hingga ruang partisipasi sosial. Menurutnya, perempuan yang berdaya bukan hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kontribusi besar terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar pembangunan tidak meninggalkan perempuan di belakang.

Kemerdekaan, kata WSI Samarinda, bukan sekadar terbebas dari penjajahan masa lalu, tetapi juga tentang memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan untuk hidup layak, berkembang, berdaya, dan ikut menentukan masa depan.

WSI Kota Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas perempuan, mendorong kemandirian, serta membuka ruang agar perempuan semakin aktif mengambil peran strategis dalam pembangunan.

Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya tidak akan lengkap ketika masih ada perempuan yang kehilangan akses dan kesempatan untuk berkembang.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.

Indonesia Maju, Perempuan Berdaya, Indonesia Sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *