SAMARINDA I SUARAHAM – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari risiko kebakaran dan dampak asap di Kalimantan Timur.
Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) bersama sejumlah pihak memperkuat edukasi publik melalui penyusunan video layanan masyarakat.
Kampanye tersebut melibatkan BPBD Kaltim, Polresta Samarinda, Diskominfo Kaltim, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Materi kampanye tidak hanya membahas kebakaran. Pesan juga diarahkan pada keselamatan warga, kualitas udara, pencegahan, serta akses pengaduan ketika masyarakat menemukan kondisi darurat.
*Asap dan Kebakaran Mengancam Masyarakat*
Visual kebakaran, lahan kering, dan kepulan asap menjadi bagian dari materi edukasi.
Kampanye tersebut menggambarkan bagaimana kebakaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Penggunaan masker juga ditampilkan sebagai pesan mengenai pentingnya melindungi diri ketika kualitas udara terdampak asap.
Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Pencegahan sejak awal dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang lebih besar.
*Warga Punya Peran Penting*
Upaya melindungi masyarakat dari Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas.
Warga memiliki posisi penting dalam mendeteksi sumber api sejak awal.
Ketika menemukan titik api, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan mendekati lokasi yang membahayakan.
Warga dapat mengamankan diri dan segera melaporkan kejadian kepada petugas.
Pelaporan cepat membantu petugas mengetahui lokasi dan melakukan penanganan lebih awal.
*Informasi Resmi Cegah Kepanikan*
Kampanye juga menempatkan media dan ruang digital sebagai sarana edukasi.
Informasi mengenai kebakaran perlu disampaikan secara cepat, tetapi tetap berdasarkan sumber yang terverifikasi.
Penyebaran informasi yang benar dapat membantu masyarakat mengambil langkah keselamatan secara tepat.
Sebaliknya, informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kepanikan ketika terjadi bencana.
Karena itu, Korem 091/ASN bersama mitra mendorong komunikasi publik yang terkoordinasi.
*Edukasi Menjangkau Ruang Publik*
Video layanan masyarakat tersebut dirancang dengan durasi sekitar tiga hingga lima menit.
Materi akan diarahkan ke bioskop, videotron pemerintah dan swasta, serta area publik di bandara.
Distribusi melalui media sosial juga menjadi bagian dari strategi penyebaran informasi.
Pesan yang disampaikan mencakup pencegahan kebakaran, larangan pembakaran, potensi sanksi hukum, penanganan awal, dan kanal pengaduan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat informasi keselamatan lebih mudah dijangkau masyarakat.
*Saluran Pengaduan Disiapkan*
Masyarakat dapat menggunakan Call Center 112 ketika menghadapi kondisi darurat.
Untuk kebutuhan layanan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi 110.
Ketersediaan kanal tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi secara cepat kepada pihak berwenang.
Kasi Intel Kasrem 091/ASN Kolonel Inf. Decky Zulhas, S.H., M.Han., bersama Kapten Inf. Imam Nawawi turut terlibat dalam penguatan materi kampanye.
Kolaborasi bersama BPBD Kaltim, Polresta Samarinda, Diskominfo Kaltim, dan PWI diharapkan memperluas jangkauan edukasi.
Pencegahan Karhutla pada akhirnya membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Melindungi hutan berarti melindungi udara. Menjaga udara berarti menjaga masyarakat.
Pesan tersebut menjadi semangat kampanye untuk mencegah api sebelum berkembang dan meluas di Kalimantan Timur.











