INTERNASIONAL I SUARAHAM — AS Kirim Utusan ke Pakistan, Iran Bantah Ada Perundingan Langsung
Pemerintah Amerika Serikat mengirim utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner ke Pakistan untuk membuka peluang perundingan dengan Iran. Langkah ini disebut sebagai upaya mendorong jalur diplomasi di tengah konflik yang masih berlangsung.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pihaknya melihat sinyal positif dari Iran. Ia menyebut Washington siap membuka ruang dialog, bahkan Wakil Presiden JD Vance disiagakan jika pembicaraan berkembang.
Namun, Iran langsung membantah adanya rencana negosiasi langsung dengan AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menegaskan bahwa kehadiran Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di Islamabad hanya untuk bertemu pejabat Pakistan, bukan delegasi Amerika.
“Iran tidak memiliki agenda pertemuan dengan AS. Posisi kami akan disampaikan melalui Pakistan,” tegas Baqaei.
Di sisi lain, Washington tetap menekan Teheran. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Iran hanya perlu meninggalkan program senjata nuklir secara “terverifikasi” untuk mencapai kesepakatan.
Ketegangan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Teheran membatasi jalur pelayaran di Selat Hormuz—rute vital distribusi minyak dunia—yang berdampak pada lonjakan harga energi global.
Meski retorika kedua pihak masih keras, sinyal diplomasi tetap muncul. Gedung Putih mengakui ada upaya di balik layar untuk mencari jalan keluar konflik, meski pernyataan publik kerap bertolak belakang.
Dari Teheran, sikapnya juga belum sepenuhnya tertutup. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya terbuka untuk negosiasi, tetapi menilai blokade dan ancaman dari AS menjadi penghambat utama.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan Selat Hormuz tidak akan dibuka selama tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran masih berlangsung.
Hingga kini, belum jelas apakah pembicaraan di Pakistan akan menghasilkan terobosan. Namun fakta bahwa komunikasi masih berjalan menunjukkan kedua pihak belum menutup pintu kesepakatan.









