banner 400x130

Timur Tengah Memanas! CIA Sebut Iran Masih Punya Kekuatan Balistik Besar

banner 400x130

INTERNASIONAL | SUARAHAM — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah laporan intelijen Amerika Serikat mengungkap bahwa Iran masih memiliki kekuatan militer yang besar meski digempur serangan bertubi-tubi oleh AS dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan yang dikutip media ternama The Washington Post menyebutkan bahwa Badan Intelijen Amerika Serikat atau CIA menilai Iran belum lumpuh sepenuhnya.

Bahkan, Teheran disebut masih menyimpan cadangan rudal balistik dalam jumlah signifikan dan diperkirakan mampu bertahan menghadapi tekanan perang maupun blokade ekonomi hingga empat bulan ke depan.

Dalam laporan tersebut, CIA menegaskan bahwa serangan besar-besaran yang dilakukan AS dan Israel ternyata belum berhasil menghancurkan seluruh kekuatan strategis Iran.

Negeri para mullah itu masih dinilai memiliki kemampuan tempur yang berbahaya, termasuk akses terhadap peluncur rudal bawah tanah yang selama ini dirahasiakan.

“Iran masih memiliki kemampuan rudal balistik yang signifikan setelah dibombardir AS dan Israel selama berminggu-minggu,” demikian isi laporan yang dikutip media Timur Tengah Middle East Eye.

Situasi semakin mencekam setelah AS memperketat pengawasan di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Pasukan Amerika disebut mencegat kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran sebagai bentuk tekanan ekonomi dan militer terhadap Teheran.

Namun Iran tidak tinggal diam. Pemerintah Teheran disebut mulai menargetkan kapal-kapal yang dianggap berafiliasi dengan AS dan Israel sebagai balasan atas embargo dan agresi militer yang terus berlangsung.

Langkah itu dinilai dapat memicu krisis global baru, terutama terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Seorang pejabat AS bahkan mengungkapkan bahwa sebelum perang memuncak pada akhir Februari lalu, Iran masih memiliki sekitar 70 persen stok rudal dan 75 persen peluncur aktif.

Fakta itu menunjukkan bahwa kekuatan militer Iran belum sepenuhnya runtuh seperti yang selama ini diklaim Washington.

Penilaian CIA ini justru bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya sesumbar menyebut sistem pertahanan Iran telah hancur total.

Trump mengklaim sebagian besar rudal Iran sudah musnah dan kekuatan tempur negara itu tinggal tersisa sedikit.

“Mereka mungkin hanya punya 18 atau 19 persen, dan itu sangat kecil dibanding sebelumnya,” ujar Trump dalam pernyataannya pada Rabu lalu.
Meski demikian, Iran berkali-kali membantah klaim tersebut.

Pemerintah Teheran menegaskan bahwa mereka masih mampu melancarkan serangan kapan saja dan siap menghadapi tekanan dari AS maupun Israel.

Pernyataan itu menandakan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah masih jauh dari kata selesai dan berpotensi memicu perang yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *