OTOMOTIF | SUARAHAM — Panggung Auto China 2026 di Beijing tak sekadar jadi ajang pamer teknologi, tapi berubah menjadi etalase ambisi besar industri otomotif Tiongkok.
Sub-brand premium milik BYD, Yangwang, memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan satu pesan: mereka tak lagi bermain di kelas “penantang”, tapi mulai mengincar dominasi.
Sorotan utama jatuh pada Yangwang U9 Xtreme hypercar listrik yang diproduksi hanya 30 unit secara global. Label eksklusif ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan sinyal jelas bahwa BYD sedang membangun citra langka, mahal, dan prestisius.
Dengan banderol sekitar 20 juta yuan (Rp 50,6 miliar), ini menjadi kendaraan termahal yang pernah dilepas BYD ke pasar.
Namun di balik seremoni penyerahan kunci oleh Chairman Wang Chuanfu, muncul pertanyaan yang lebih besar: apakah ini benar bukti dominasi baru, atau sekadar langkah simbolik untuk mengerek gengsi
Salah satu unit jatuh ke tangan pengusaha otomotif Australia, Nick Politis, yang disebut sebagai satu-satunya pemilik di negaranya.
Sementara satu unit lain diamankan oleh kolektor asal Brasil, Leonardo Sanchez. Distribusi yang sangat terbatas ini memperkuat kesan eksklusivitas tapi sekaligus menunjukkan bahwa penetrasi pasar masih bersifat elitis, belum massal.
Dari sisi teknis, U9 Xtreme memang sulit dipandang sebelah mata. Empat motor listrik independen menghasilkan tenaga lebih dari 1.300 hp, dengan akselerasi 0–100 km/jam di bawah 2 detik.
Angka ini menempatkannya sejajar dengan hypercar papan atas dunia wilayah yang selama ini didominasi merek Eropa.
Namun, klaim performa ekstrem bukan hal baru di segmen ini. Yang menjadi pembeda adalah pendekatan teknologi seperti sistem suspensi DiSus-X yang memungkinkan manuver tidak lazim bahkan hingga berkendara dengan tiga roda. Di sinilah BYD mencoba menciptakan identitas, bukan sekadar mengejar angka.
Meski begitu, ada celah yang patut dicermati. Produksi super terbatas dan harga selangit membuat U9 Xtreme lebih dekat ke “alat branding” ketimbang produk yang benar-benar mengubah peta pasar global. Ia membangun persepsi, bukan volume.
Penggunaan material serat karbon, struktur monokok, hingga baterai Blade Battery dengan manajemen panas canggih memang menunjukkan keseriusan teknologi.
Tapi ujian sesungguhnya bukan di panggung pameran, melainkan di lintasan panjang: daya tahan, kepercayaan pasar global, dan konsistensi kualitas.
Kesimpulannya, Yangwang U9 Xtreme adalah simbol bukan akhir dari perjalanan. Ia menandai bahwa produsen Tiongkok kini mampu masuk ke arena hypercar dunia.
Namun untuk benar-benar “menggeser” dominasi lama, BYD masih harus membuktikan bahwa mereka tidak hanya bisa menciptakan sensasi, tetapi juga sustain dalam jangka panjang.











